Home > METRO BERITA > Diusir Preman, Pedagang Pasar Genuk Minta Bantuan Dewan

Diusir Preman, Pedagang Pasar Genuk Minta Bantuan Dewan

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Genuk Kota Semarang meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) membantu jalan di belakang pasar bisa digunakan untuk berdagang. Jalan selama ini dikuasi oleh preman untuk kegiatan parkir liar.

Pedagang Pasar Genuk meminta diberi tempat berjualan di belakang pasar. Foto: metrosemarang.com/dok
Pedagang Pasar Genuk meminta diberi tempat berjualan di belakang pasar. Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Pasar Genuk, Sri Suryani mengatakan, dua tuntutan pedagang yaitu betonisasi jalan di depan pasar dan pemanfataan tanah pemkot di belakang pasar untuk berjualan.

Betonisasi jalan sudah dikabulkan dan pengerjaannya akan selesai Desember nanti. Tapi untuk pemanfaatan jalan di belakang pasar masih belum dipenuhi. Dinas Pasar yang ditemui para pedagang malah menyatakan tanah itu peruntukannya sebagai jalan.

Tapi di lapangan kenyataan tanah itu bukan untuk akses jalan umum. Namun malah dimanfaatkan oknum warga alias preman untuk tempat parkir liar. Setiap kendaraan yang parkir bahkan sekadar lewat saja ditarik preman tersebut Rp 1.500.

”Itu namanya juga tidak sesuai peruntukan. Kita meminta pemkot memberikan izin tanah itu untuk berjualan, karena kita warga Semarang yang sah,” katanya, saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kota Semarang, Selasa (15/11).

Pihaknya berharap dewan membantu agar pemkot mau mengizinkan. Sebab jalan itu cukup sempit hanya 3,5 meter jika digunakan untuk parkir. Dan preman yang menangani parkir juga hanya sejumlah orang.

Sedangkan pedagang pancaan yang ingin menempati jalan untuk jualan jumlahnya lebih banyak. Ada sekitar 200 pedagang dari total 400 pedagang di Pasar Genuk. ”Pedagang pernah coba berjualan di jalan itu, tapi diusir preman itu,” tegasnya. (duh)