Divonis 6 Tahun, Eks Bupati Karanganyar Ajukan Banding

Rina Iriani saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, beberapa waktu lalu. Mantan Bupati Karanganyar itu divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Foto Metrosemarang/MS-01
Rina Iriani saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, beberapa waktu lalu. Mantan Bupati Karanganyar itu divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani. Terdakwa kasus penyelewengan dana bantuan subsidi pembangunan perumahan rakyat Griya lawu Asri (GLA) senilai Rp 11,8 miliar itu juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta, subsidair 3 bulan kurungan.

Dalam sidang putusan yang digelar pada Selasa (17/2) tersebut, Majelis Hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menilai mantan orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar itu terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan tindak pidana pencucian uang. Rina juga dikenakan denda pengganti senilai Ro 7,8 miliar karena tidak mengembalikan uang hasil korupsi kepada negara.

“Jika selama satu bulan uang pengganti itu tidak diganti, maka harta benda milik terdakwa akan dilelang oleh jaksa. Jika hartanya tidak mencukupi, maka akan diganti dengan kurungan 3 tahun penjara,” kata Dwiarso.

Rina secara sah dan meyakinkan melanggar pasal Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU 30/1999 yang ditambahkan dalam UU No 20/2001 tentang pemberantasan korupsi jo Pasal 65 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Rina yang telah berkuasa dari  tahun 2003 hingga 2013 itu juga dinilai bersalah melanggar dakwaan Pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Terdakwa dinilai telah megubah, mentransfer dan menyamarkan hasil korupsi menjadi harta kekayaannya. Uang negara itu digunakan terdakwa untuk kebutuhan usaha album, bisnis bunga dan penghasilan sebagai dosen selama periode 2010-2013.

Kendati demikian, vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta Rina dijatuhi pidana sepuluh tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Sementara, atas putusan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya mengaku akan mengajukan upaya banding. Kuasa hukum terdakwa menilai dalam perkara tersebut tidak ada kerugian negara yang dituduhkan kepada kliennya. Sedangkan JPU mengaku masih pikir-pikir. (yas)

You might also like

Comments are closed.