Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Divonis Seumur Hidup, Warga Pakistan Penyelundup Sabu 97 Kg Pingsan

Divonis Seumur Hidup, Warga Pakistan Penyelundup Sabu 97 Kg Pingsan

METROSEMARANG.COM – Faiq Akhtar, salah satu gembong narkoba yang menyelundupkan sabu 97 kilogram dari Cina ke Jepara, kedapatan jatuh pingsan saat divonis penjara seumur hidup oleh hakim Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (15/11).

Anggota sindikat penyelundupan sabu di Jepara saat dilimpahkan ke PN Semarang, Juni 2016. Foto: metrosemarang.com/dok
Anggota sindikat penyelundupan sabu di Jepara saat dilimpahkan ke PN Semarang, Juni 2016. Foto: metrosemarang.com/dok

Faiq yang berasal dari Pakistan itu langsung tak sadarkan diri saat duduk di kursi pesakitan. Situasi itu sempat membuat petugas kejaksaan kaget.

Petugas lalu membawanya ke sel tahanan, begitu Ketua Majelis Hakim PN Semarang Sartono selesai membacakan amar putusannya yang menjeratnya dengan Pasal 113 ayat 2 junto Pasal 132 Undang-undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” kata Sartono.

Ia menilai Faiq terbukti melakukan permufakatan jahat  dengan memproduksi sekaligus menyelundupkan sabu seberat 97 kilogram ke Jepara.

Kendati demikian, vonis hakim kali ini rupa-rupanya lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa dengan hukuman mati. Yang memberatkan terdakwa, katanya yaitu impor narkoba meresahkan warga Indonesia, merusak generasi bangsa dan dilakukan sistematis.

Saat membacakan putusannya, Sartono menyebut Faiq sebagai kurir atau orang suruhan gembong Mr Khan yang bertugas mengelola keuangan jaringan narkoba. Faiq bersama istrinya Ernawati kedapatan mengelola uang sebesar Rp 512 juta lalu dikirim kepada jaringan narkoba pimpinan Mr Khan ke Indonesia. Pada sidang sebelumnya, Mr Khan sudah divonis hukuman mati.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa juga syok dan terpukul akibat kasus yang menjerat kliennya. Ia berdalih, kliennya tak paham seluk beluk hukum di Indonesia, sehingga ia memilih untuk mengajukan banding atas kasus tersebut. (far)