Home > METRO BERITA > Dokter Nakal Sebabkan Harga Obat Melambung Tinggi

Dokter Nakal Sebabkan Harga Obat Melambung Tinggi

METROSEMARANG.COM – Melonjaknya harga obat yang dijual melalui resep ternyata tak lepas dari peran sang dokter nakal. Baru-baru ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Indonesia memperoleh temuan yang cukup mencengangkan.

Ilustrasi
Ilustrasi

KPPU menyebut, para oknum dokter nakal, terutama yang bertugas di rumah sakit swasta, klinik, ataupun  dokter praktik, diketahui mendapat jatah setoran sebanyak 30 persen dari hasil penjualan obat dari sejumlah perusahaan obat. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab harga obat menjadi mahal.

“Ada monopoli by agen. Agennya siapa? Ternyata agennya adalah dokter,” kata Komisioner KPPU, Saidah Sakwan, usai acara diskusi Diseminasi Saran dan Pertimbangan KPPU pada Sektor Kesehatan, di Hotel Santika Premier Semarang, Kamis (18/8).

Menurut Saidah, pihaknya telah  membuat kajian di mana diketahui salah satu komponen yang menyebabkan harga obat mahal adalah adanya konsentrasi brand-brand dari tertentu. Sebagai contoh, saat dokter-dokter memberikan referensi atau rujukan, secara asimetrik, antara dokter dan pasien tidak bisa diputus. Karena referensi dari dokter itu menjadi referensi konsumen.

Dokter menyebut brand obat tertentu untuk penyakit tertentu, sehingga mau tidak mau, pasien membeli obat sesuai dengan rekomendasi dari dokter tersebut. “Kami juga telah kroscek. Ternyata memang  mereka menyiapkan 30 persen dengan dalih marketing fee. Nah, 30 persen ini larinya ke mana? Ternyata larinya ke agen dokter tadi,” terang Saidah.

Meski demikian, untuk melakukan pengendalian, saat ini regulasi melalui  Permenkes Nomor 98 tahun 2015 tentang harga eceran tertinggi (HET) telah diubah melalui Amandemen. Sekarang, apoteker wajib memberikan pilihan brand obat kepada pasien. Baik dari obat paten maupun original, sehingga pasien bisa menentukan sendiri pilihan obat sesuai dengan kemampuannya. (yas)