Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Dua Dosen Unnes Ini Promosikan Batik dan Dolanan Anak di Thailand

Dua Dosen Unnes Ini Promosikan Batik dan Dolanan Anak di Thailand

Salah satu workshop permainan tradisional Indonesia yang digelar di Thailand. Foto Metrosemarang/dok humas unnes
Salah satu workshop permainan tradisional Indonesia yang digelar di Thailand. Foto Metrosemarang/dok humas unnes

SEMARANG – Dua dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar workshop batik dan permainan tradisional Indonesia di Bangkok, Thailand. Mereka adalah Wati Istanti SPd MPd dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Dr Rodia Syamwil MPd dari Pendidikan Kejuruan.

Kegiatan workshop permainan tradisional diikuti sekitar 30 peserta dar tiga sekolah berbeda di Sport Hall Kedutaan Besar RI di Bangkok, Jumat (31/10). Selain dari Sekolah Indonesia Bangkok, para peserta juga berasal dari Debsirin School dan Sae Nampheung School.

Permainan tradisional yang diberikan dalam workshop antara lain dakon, bekelan, cublak-cublak suweng, dan sudamanda. “Siswa dari Thailand sangat menyukai permainan tradisional tersebut. Begitu pula dengan siswa-siswa Indonesia yang telah tinggal di Bangkok. Mereka juga mengikuti dengan antusias,” kata Wati.

Dia menambahkan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia seperti batik dan permainan tradisional. “Ini bagian dari upaya memajukan konservasi budaya yang ada di Unnes,” lanjutnya.

Adapun workshop batik diselenggarakan Dhurakij Pundit University pada Senin (3/11) dengan peserta 20 orang yang terdiri atas dosen dan staf di universitas tersebut. Ditambahkan Wati, program ini merupakan pengembangan kerja sama Unnes dengan Universitas di Thailand. “Ke depan kami berharap kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan tidak hanya di Thailand, tapi di berbagai negara lain,” katanya. (MS-06)