Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Dua Gol Cepat yang Meruntuhkan Mental Mahesa Jenar

Dua Gol Cepat yang Meruntuhkan Mental Mahesa Jenar

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang dipaksa takluk 1-3 pada lawatan ke markas PSMS Medan, Sabtu (7/10). Dua gol cepat tuan rumah di awal babak kedua menghabisi perlawanan Haudi Abdillah cs.

Melcior dan Sholihul Islam belum mampu memberi kemenangan PSIS di kandang Ayam Kinantan. Foto: metrosemarang.com

Melakoni matchday 5 babak 16 besar Liga 2, Mahesa Jenar sebenarnya memiliki start bagus setelah menutup paruh pertama dengan keunggulan satu gol. Eksekusi free kick Taufik Hidayat di menit 36 membuat seisi Stadion Teladan terdiam.

Namun, tuan rumah mampu bangkit selepas jeda pertandingan. Babak kedua baru berumur tiga menit, Elthon Maran sukses menjebol gawang Aji Bayu memanfaatkan bola rebound tendangan bebas Gusti Sandria.

Gol tersebut membuat pasukan Djajang Nurjaman kian percaya diri. Hanya berjarak tiga menit dari gol pertama, tuan rumah berbalik memimpin. Gol ini diawali dari fast break kilat PSMS melalui Frets Butuan.

Winger muda itu mampu mengecoh Haudi dan Ali Khumaidi sebelum melepaskan umpan terukur kepada Suhandi yang kemudian diakhiri dengan sepakan keras tanpa bisa dihalau Aji Bayu.

Gol ketiga Ayam Kinantan di menit 69 juga lahir dari proses yang hampir sama. Kali ini Frets Butuan menuntaskan peluang yang dia dapat setelah lolos dari pengawalan bek-bek PSIS.

Pelatih PSIS Subangkit mengakui dua gol cepat tuan rumah memengaruhi mental anak asuhnya. “Lima menit kami kemasukan dua gol. Tentu saja kondisi itu tidak bagus buat mental anak-anak,” ujarnya.

Pada laga tersebut Subangkit melakukan perombakan pada komposisi starting XI. Tidak ada M Yunus, Hari Nur, Rifal Lastori, Rio Saputro dan Safrudin Tahar. Masuknya Albi Lanju di pertengahan babak kedua juga tidak mampu mengubah peruntungan Mahesa Jenar.

Kekalahan PSIS membuat persaingan di Grup B kembali memanas. Pada pertandingan lainnya, Persibat Batang dipermalukan tamunya Persita Tangerang 1-2.

Saat ini PSIS masih memimpin Grup B dengan torehan 10 poin. Tim Ibukota Jateng hanya unggul tiga angka atas Persibat dan PSMS.

Posisi Mahesa Jenar bisa saja tergusur jika pada laga pamungkas mereka kalah dari Persibat dan PSMS menang atas Persita. Dengan begitu, poin akhir ketiga tim sama-sama 10, tapi PSIS kalah head to head dengan kedua pesaingnya.

“Pertandingan terakhir lawan Persibat masih sangat menentukan. Jadi tidak ada alasan untuk main mata, apalagi kami main di kandang,” tegas Subangkit.

Sementara, pelatih PSMS Djajang Nurjaman mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Namun, eks Persib Bandung itu menyoroti kelengahan tim saat mengantisipasi bola mati.

“PSIS nyaris tidak pernah memberikan ancaman, tapi mereka bisa memaksimalkan peluang melalui bola mati. Bagaimanapun saya mengapresiasi perjuangan pemain yang telah menjalankan instruksi dengan baik, terutama di babak kedua,” tandasnya.

Laga penentuan Grup B akan digelar pada Rabu (11/10) pekan depan. PSIS dijadwalkan menjamu Persibat di Stadion Moch Soebroto Magelang, sedangkan PSMS away ke Stadion Singaperbangsa Karawang. (twy)

Tinggalkan Balasan