Home > METRO BERITA > Dua Pembangunan Jembatan Gagal Selesai Tepat Waktu

Dua Pembangunan Jembatan Gagal Selesai Tepat Waktu

METROSEMARANG.COM – Dua proyek pembangunan di Dinas Bina Marga Kota Semarang dipastikan tidak akan selesai sesuai target pada 15 Desember hari ini. Dua proyek itu pembangunan Jembatan Jabungan dan Jembatan Jalan Sirajudin di Tembalang.

Kadinas Bina Marga Iswar Aminudin
Foto: metrosemarang.com/dok

Dua proyek itu diklaim terkendala oleh persoalan yang berkaitan dengan alam. Terutama untuk pembangunan pelebaran Jembatan Jabungan yang terkendala oleh adanya longsor di ruas jalan akses ke lokasi pekerjaan.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminnudin menjelaskan, di Jabungan jembatan itu merupakan satu-satunya akses ke lokasi. Tapi terjadi longsor di ruas jalan itu sekitar seminggu lalu. Sehingga alat-alat berat tidak bisa dibawa masuk ke lokasi.

”Seperti girder harusnya dibawa pakai tronton, tapi terpaksa dilansir satu-satu dengan truk kecil. Erection yang biasanya digunakan crane ini dengan manual. Sehingga cukup berat dan butuh waktu lama,” ujar Iswar, Kamis (15/12).

Karena itu pihaknya pesimis pekerjaan jembatan itu bisa selesai sesuai target 15 Desember ini. Kontraktor pun tidak bisa memaksakan diri karena memang kondisi di lapangan. Rekayasa teknis percepatan pekerjaan sudah tidak bisa dilakukan.

Sedangkan pada pembangunan jembatan Jalan Sirajudin, disebutkan terkendala oleh adanya utilitas milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebenarnya PLN sudah disurati sejak awal proyek tetapi sampai saat ini belum juga ada pemindah utilitas.

”Beda dengan pemilik utilitas yang lain, begitu dikirimi surat langsung ada jawaban dan ditindaklanjuti. Tapi PLN sampai hari ini belum ada langkah yang dilakukan,” kata Iswar.

Langkah pemindahan utilitas PLN tersebut padahal sangat dibutuhkan. Sebab posisi utilitas berada di ruang milik jalan. Berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tentang jalan, PLN seharusnya wajib untuk segera memindahkannya.

Pihaknya mengaku sedang berdiskusi dengan wali kota selaku pimpinannya, untuk kemungkinan bisa melanjutkan pekerjaan sampai akhir tahun ini. Karena progresnya masing-masing sudah 80 persen dan diyakini selesai jika sampai akhir tahun.

Sementara, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menilai, yang patut disalahkan atas tidak selesainya proyek pembangunan tersebut adalah kepala Dinas Bina Marga selaku pengguna anggaran.
”Dinas Bina Marga yang merencanakan, melakukan lelang, dan menyeleksi peserta lelang sebagai kontraktor. Sementara kontraktor tidak bisa disalahkan, karena hanya pelaksana,” kata Supriyadi. (duh)