Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Duet Jo-Har Kian Mematikan

Duet Jo-Har Kian Mematikan

METROSEMARANG.COM – PSIS makin menjauh dari kejaran rival, pasca kemenangan telak atas Persipur Purwodadi, Minggu (24/7). Kemenangan ini sekaligus menjadi penegasan kian padunya duet Johan Yoga dan Hari Nur sebagai sumber gol Mahesa Jenar.

Duet Johan-Hari Nur menjadi tumpuan PSIS mendulang gol. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Duet Johan-Hari Nur menjadi tumpuan PSIS mendulang gol. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Lini serang PSIS menjelma menjadi kekuatan menakutkan di Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Total 11 gol dihasilkan anak buah Eko Riyadi dalam empat laga terkini atau 2.75 gol tiap pertandingan.

Padahal, tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri ini sempat kesulitan menjebol gawang lawan di dua laga awal. Johan Yoga dkk dibuat mati kutu saat meladeni Persipur dan Persibat, yang berkesudahan imbang tanpa gol.

Dua pertandingan tanpa menghasilkan gol tentu saja menjadi catatan minus bagi tim sekelas PSIS. Apalagi, mereka punya dua penyerang jempolan dalam diri Johan Yoga Utama dan Hari Nur Yulianto.

Nama pertama adalah top skor Polda Jateng Cup 2015 dan kenyang pengalaman bermain di kompetisi level teratas saat membela tim-tim ISL. Sementara, Hari Nur adalah top skor PSIS di Divisi Utama 2014 dengan torehan 14 gol.

Di turnamen yang diotaki PT Gelora Trisula Semesta (GTS) tersebut, keduanya memang tidak di-setting sebagai duet striker di lini depan. Eko Riyadi memberi peran Hari Nur lebih melebar di sisi kiri atau kanan dalam skema 4-2-3-1. Sedangkan tugas goalgetter dibebankan di pundak Johan.

Perlahan, duet Jo-Har mulai bisa saling mengisi dan terus memberi teror bek-bek lawan. Gol demi gol lahir dari kedua pemain ini.

Hari Nur membuka rekening golnya lebih cepat dibanding kompatriotnya. Pemain yang akan genap berusia 27 pada 31 Agustus itu memborong dua gol kemenangan saat PSIS membungkam PSIM Yogyakarta 2-1 di matchday 3.

Selebrasi pemain-pemain PSIS usai gol Hari Nur ke gawang PSIR, Sabtu (28/5). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Selebrasi pemain-pemain PSIS usai gol Hari Nur ke gawang PSIR, Sabtu (28/5). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Dia juga menjadi aktor di balik kemenangan PSIS kala mempermalukan tuan rumah PSIR 2-1. Hari mengukir gol pembuka dan memberi assist atas gol M Yunus.

Sementara, keran gol Johan Yoga baru mengalir di laga kontra Persijap Jepara, Sabtu (16/7). Tak tanggung-tanggung, empat gol sekaligus dijaringkan penyerang 26 tahun itu dan tiga di antaranya merupakan assist Hari Nur.

Persipur Purwodadi yang menyambangi Stadion Jatidiri, Minggu (24/7) sore tadi, menjadi korban teranyar keganasan duet Jo-Har. Setelah mencetak gol pembuka di menit 55, Johan juga turut berperan atas lahirnya gol kedua Mahesa Jenar. Pelanggaran Aris Fandi terhadap kapten PSIS itu di menit 80 berbuah penalti yang sukses dituntaskan oleh Hari Nur.

Gol kelima Hari Nur musim ini lahir enam menit kemudian. Meneruskan umpan Safrudin Tahar, pemain yang biasa disapa Mukri tersebut tanpa kesulitan menaklukkan kiper Yoga Arif Wahyu.

Hari Nur mengukir lima gol dan tiga assist dalam enam pertandingan di ISC B. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Hari Nur mengukir lima gol dan empat assist dalam enam pertandingan di ISC B. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Torehan 10 gol yang dibukukan Johan dan Hari Nur menjadikan keduanya sebagai duet tersubur di Grup 4, bahkan di antara kontestan lain yang berlaga di ISC B. Dengan performa keduanya yang terus menanjak, Eko Riyadi kini tak perlu pusing untuk urusan mencetak gol.

“Kami tak pernah membebankan gol pada pemain tertentu, semua bisa cetak gol jika memang ada peluang. Tapi, dengan makin padunya Johan dan Hari Nur, tentu saja memberi keuntungan bagi tim,” kata dia.

Pelatih 48 tahun ini menyebut Mukri sudah semakin nyaman dengan peran barunya. Menurutnya, penempatan Mukri di sisi sayap juga cukup fleksibel, sehingga tidak ‘mematikan’ naluri striker sang pemain.

Sementara, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho menilai keberadaan Johan dan Hari Nur sudah cukup ampuh untuk mengembalikan ketajaman PSIS. “Johan dengan pengalaman yang dimiliki punya pengaruh besar di dalam tim. Hari Nur, dia akan semakin berbahaya setelah bisa mengatasi kebuntuan mencetak gol dan terbukti sampai pertandingan hari ini,” ujarnya.

Ketajaman duet Jo-Har bakal kembali diuji saat PSIS melakoni dua laga away beruntun ke markas PSIM, Sabtu (30/7) dan Persibat Batang, Sabtu (6/8). (twy)