Home > METRO BERITA > Edan! Kasus Korupsi Kredit di BJB Semarang, Negara Rugi 25 Milyar

Edan! Kasus Korupsi Kredit di BJB Semarang, Negara Rugi 25 Milyar

korupsi semarang

SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah sudah mendapatkan total kerugian negara atas perkara dugaan korupsi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Cabang Semarang sudah dirampungkan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Dalam hal ini tim Kejati Jateng bekerjasama dengan tim audit internal BJB.

“Audit internal. Jumlahnya Rp 25,004 miliar,” kata Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Jateng, Imang Job Marsudi di kantornya Jalan Pahlawan Semarang, Jum’at (29/8)2014). Dalam pengembangan penyidik, lanjutnya, muncul kecurigaan ada keterlibatan pihak bank lain. Pasalnya, seorang tersangka, Wahyu Hanggono (WH), Dirut PT. Indonesia Antique, tak hanya membobol Bank BJB, melalui modus kredit topengan, tapi juga meminjam ke beberapa pihak lain, termasuk bank swasta. WH saat ini sudah ditahan.

“Dugaannya masih harta WH yang disembunyikan, belum terlacak. Penyidik menemukan WH meminjam ke beberapa bak lain,” ungkapnya. Untuk diketahui, dua tersangka dugaan korupsi Bank Jabar Banten (BJB) cabang Semarang sudah ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Yakni mantan Kepala Cabang (Kacab) bank pembangunan daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Semarang, Hadi Mulyawan (HM). Hadi ditetapkan tersangka sesuai surat perintah penyidikan nomor 11-Print/O.3/Fd.1-03/2014.

Dan satu lagi, Direktur PT Indonesia Antique (IA), Wahyu Hanggono, SE (38), ditahan Senin (14/4). Pria warga Jalan Semeru IV nomor 23 RT 02 RW 06, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Surakarta, ditahan usai diperiksa oleh penyidik Kejati Jateng selama enam jam.

Wahyu diperiksa mulai sekitar pukul 10.00. Enam jam kemudian, sekitar pukul 16.00, tersangka langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Kedungpane, Semarang. Kejati Jateng menetapkan tersangka Wahyu berdasar surat Kepala Kejati Jateng nomor 12-Print/O.3/Fd.1-03/2014. Baik Hadi dan Wahyu dijerat dugaan perkara tindak pidana korupsi pemberian kredit Bank Jabar Banten (BJB) cabang Semarang Kepada PT IA. Modus kasus ini adalah memanipulasi proses kredit kepada perusahaan. (MS-12)