Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Eko Puas dengan Performa Pemain Muda PSIS

Eko Puas dengan Performa Pemain Muda PSIS

METROSEMARANG.COM – Penampilan pemain-pemain muda PSIS bikin pelatih Eko Riyadi bisa tersenyum puas. Dia optimistis deretan youngster yang tersedia saat ini kelak bakal menjadi asset berharga sebagai pondasi membangun skuat Mahesa Jenar di masa mendatang.

Hingga pekan kesembilan Indonesia Soccer Championship (ISC) B, PSIS masih nyaman di puncak Grup 4 dengan torehan 19 poin. Anak asuh Eko Riyadi juga menjadi tim paling produktif dibanding enam kontestan lain. Total sudah 15 gol dihasilkan Johan Yoga dkk dari delapan laga yang sudah dilakoni atau 1,8 gol per laga.

Jordan Foranda, salah satu bintang muda PSIS musim ini. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Jordan Foranda, salah satu bintang muda PSIS musim ini. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Eko juga cukup berhasil meramu skuat yang merupakan kombinasi pemain muda dan senior. Feri Ariawan (30) menjadi pemain paling senior yang menjadi langganan starting XI PSIS. Namun, pelatih 48 tahun itu juga berani menyuntikkan pemain-pemain muda ke dalam tim utama.

Setidaknya ada empat pemain kelahiran 1995-1996 yang selalu dipercaya tampil sejak menit awal. Mereka adalah Fajar Setya Jaya (kiper), M Tegar Pribadi (bek tengah), Ahmad Agung Setiyabudi (gelandang) dan Dani Raharjanto (winger). Keempatnya sudah bergabung sejak 2015 silam.

Musim ini, satu lagi pemain muda yang cukup menonjol. Dia adalah Jordan Foranda. Pemain kelahiran 29 Maret 1996 itu sering dipasang bergantian dengan Dani untuk mendampingi Hari Nur Yulianto mengisi pos winger.

Meski belum mampu mencetak gol, Jordan sanggup menyajikan aksi-aksi memikat saat diberi kesempatan tampil. Satu gol baru dihasilkan di laga ujicoba saat PSIS menang 2-1 di kandang Persip Pekalongan, pertengahan Juni silam.

Dia juga punya peran vital di balik kemenangan telak atas Persibat Batang, akhir pekan kemarin. Masuk menggantikan Dani di pertengahan babak pertama, eks penggawa PS USM itu langsung menjadi pembeda lewat akselerasi dari sisi kanan.

“Pemain-pemain muda kami memang menunjukkan peningkatan yang cukup bagus. Tapi, saya harus hati-hati dalam menangani mereka. Perkembangan mereka juga selalu dipantau dalam setiap sesi latihan,” kata Eko, Rabu (10/8).

Eks pembesut Persitema Temanggung ini juga tak mau asal mengorbitkan pemain muda, yang ujung-ujungnya justru bisa merugikan karir si pemain. Menurut dia, banyak aspek yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan memberi kesempatan mereka untuk tampil dalam sebuah pertandingan.

“Selama ini saya tidak pernah membedakan pemain senior atau yunior, semua sama. Pemain muda kalau memang dia punya potensi tentunya bisa masuk tim utama. Mereka juga harus bisa memanfaatkan kesempatan untuk menambah pengalaman dari para senior,” imbuhnya.

Jordan sendiri sebenarnya diproyeksikan sebagai pemain magang bersama Dwi Chandra Rukmana, Imam Nawawi dan Akhsay Rismawanto. Chandra sudah beberapa kali tampil sebagai pengganti, sedangkan dua nama terakhir masih menunggu giliran untuk diberi kesempatan.

Manajer Tim PSIS Wahyu ‘Liluk’ Winarto juga punya pendapat serupa. Menurutnya, perekrutan pemain-pemain muda Semarang memang sudah menjadi kebijakan klub sejak beberapa tahun terakhir.  “Kami juga punya proyek jangka panjang, salah satunya melalui pembinaan pemain muda. Kami percaya banyak pemain muda potensial di Semarang yang kelak bisa menjadi pilar PSIS,” tegasnya. (twy)