Home > METRO BERITA > Eksistensi Wayang Meredup, Ki Manteb: Saya Jualan untuk Nyambung Hidup

Eksistensi Wayang Meredup, Ki Manteb: Saya Jualan untuk Nyambung Hidup

METROSEMARANG.COM – Seni pertunjukan wayang kulit yang semakin ditinggalkan generasi muda rupa-rupanya membuat dalang kondang Ki Manteb Sudarsono terseok-seok. Ia bahkan mengaku harus jatuh bangun untuk menghidupi keluarganya saat dirinya kian jarang mendapat order mendalang.

Ki Manteb Sudarsono saat menghadiri sarasehan di TBRS Semarang, Kamis (10/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Ki Manteb Sudarsono saat menghadiri sarasehan di TBRS Semarang, Kamis (10/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Saya harus jualan karena kalau tidak seperti itu, maka saya tidak punya uang,” kata Manteb dengan logat Jawa kental saat menghadiri sarasehan Hari Wayang Sedunia di Gedung Pertunjukan Wayang Kulit di Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Kamis (10/11).

Ia mengaku pemerintah telah mengabaikan jasanya sebagai dalang kondang yang telah malang melintang di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Ia pun sempat iri melihat para penyanyi nasional yang lebih dipuja oleh pemerintah ketimbang dirinya yang terbukti sukses mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

“Pemerintah ini tidak pernah menunjukan perhatian terhadap saya. Padahal apa bedanya dengan penyanyi yang selalu dibangga-banggakan dan dikalungi kembang saat manggung,” keluhnya.

Meski begitu, baginya mendatang sudah melekat dengan hidupnya. Ia pun tak memikirkan besaran honor yang ia terima agar dapat mendatang seperti masa jayanya dahulu.

“Biarpun sudah begini, saya tetap main wayang saja. Saya sanggup main berjam-jam walaupun tidak dibayar. Biarlah yang dapat bayaran teman-teman saya saja,” ungkapnya.

Saat merayakan Hari Wayang di Semarang, ia mengaku berterima kasih terhadap Muri (Museum Rekor Indonesia) yang pernah memberinya penghargaan. “Makaya, saya sama Semarang sudah sehati. Makanya kota ini selalu saya datangi terus,” jelasnya. (far)