Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Eksploitasi Anak, Mimin Dihukum 6 Bulan Percobaan

Eksploitasi Anak, Mimin Dihukum 6 Bulan Percobaan

image
Karminah (baju motif garis) berbicara dengan putra dan ibunya usai menjalani sidang vonis di PN Semarang. Foto Metro

SEMARANG — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menyatakan Karminah (38) alias Mimin terbukti bersalah, Kamis (7/8/2014). Yakni percobaan melakukan eksploitasi ekonomi terhadap anak. Atas perkara tersebut Karminah dihukum enam bulan percobaan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana selama enam bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Maryana saat membacakan amar putusannya.

Dijelaskannya, hukuman enam bulan percobaan tersebut tidak perlu dilaksanakan. Kecuali dikemudian hari, Majelis Hakim lain selama masa satu tahun sejak putusan tersebut dibacakan, memberikan ketetapan lain.

“Selama ini terdakwa melaksanakan tahanan kota. Hal itu kami pertimbangkan. Masa hukuman yang dijalani dikurangkan seluruhnya dari masa tahanan dengan pidana yang dijatuhkan,” terangnya didampingi Hakim Anggota Wiwik Suhartono dan Budi Susanto.

Karminah, warga Perumahan Villa Aster, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang dianggap terbukti melanggar dakwaan subsider atau kedua. Yakni Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP. “Memanfaatkan anak untuk kepentingan tertentu secara ekonomi,” ucapnya.

Pertimbangan meringankan Majelis Hakim adalah, terdakwa belum pernah dihukum dan melakukan perbuatan tersebut dalam rangka pengasuhan anak.

Vonis Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Meta Permatasari. Karminah dituntut dengan pidana dua tahun penjara. Selain pidana badan, Karminah juga dipidana denda sebesar Rp 2 juta. Ketentuannya, jika tidak membayar harus diganti dengan hukuman penjara selama tiga bulan.

Menurut Jaksa, terdakwa Karminah terbukti melakukan eksploitasi anak secara ekonomi. Meski begitu dalam menanggapi putusan tersebut, Jaksa mengambil sikap pikir-pikir.

Berbeda dengan Karminah. Usai sidang, Karminah menyatakan keberatan atas putusan tersebut. Ia menyatakan untuk mengambil langkah hukum banding, setingkat lebih tinggi. “Saya akan banding,” kata Karminah singkat.

Terpisah, saksi Vincent, mantan suami Karminah sekaligus pelapor, merasa putusan Majelis Hakim kurang tinggi. “Dia (Karminah, red) tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk mengasuh anak-anak,” papar Vincent.

Untuk diketahui, Vincent Cantaert (59), pria asal negara Belgia yang melaporkan mantan istrinya, Karminah (38), warga negara indonesia (WNI), atas dugaan kasus eksploitasi anak. Sebelum bercerai, Vincent dan Karminah dikaruniai dua orang anak, CL (12) dan CV (10). Dua putranya inilah yang dianggap dieksploitasi secara ekonomi. (MS-12)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link