Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Ela Anggap Hari Valentine Tidak Istimewa

Ela Anggap Hari Valentine Tidak Istimewa

Ika Fariatul Lalila Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Ika Fariatul Laila
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

MEMAKNAI Valentine sebagai hari kasih sayang, menghadirkan kenangan tersendiri bagi Ika Fariatul Laila. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo itu mencoba memahami Valentine sebagai hari spesial untuk mengungkapkan cinta secara universal.

Saat tiba hari Valentine, gadis asal Jepara ini mengaku selalu teringat dengan masa-masa SMP-nya. Di mana saat itu satu minggu sekali ada pelajaran psikologi (outbond) yang terus mengingatkannya untuk tidak boleh berpacaran.

“Yang paling saya ingat dari pelajaran itu ketika diterangkan sejarah hari Valentine. Katanya, saat itu ada seorang pendeta bernama Santo Valentine yang dilarang menikah dengan kekasihnya namun ia menentang dan menikahi kekasihnya diam-diam. Akhirnya pernikahannya diketahui Kaisar Cladius, ia pun dipenggal,” bebernya kepada metrosemarang.com, Sabtu (14/2).

Dari cerita itu, Ela, nama akrabnya, sampai sekarang hari Valentine ia artikan hari di mana sebuah perasaan tidak dapat dihalangi oleh suatu apapun, baik rasa cinta dengan kekasih, keluarga, maupun teman. “Rasa cinta kan tidak harus diungkapkan lewat cokelat atau bunga. Hari Valentine biasa aja sih, cinta itu bisa diungkapkan kapan pun,” tutur dia. (ans)