Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Empat Hari, Lidah Warga Semarang Digoyang Sambal Ekstra Pedas

Empat Hari, Lidah Warga Semarang Digoyang Sambal Ekstra Pedas

METROSEMARANG.COM – Selama empat hari bertutut-turut mulai hari ini Selasa 29 November-4 Desember nanti, warga Kota Semarang bakal dimanjakan dengan festival makanan yang menyajikan menu super pedas.

Festival Aneka Sambal di Sri Ratu Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Festival Aneka Sambal di Sri Ratu Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Berlokasi di pelataran Mal Sri Ratu Jalan Pemuda, acara yang bertajuk Festival Makanan Sambal ini disebut-sebut mampu mengakomodir para penggoda makanan pedas yang bertebaran di Ibukota Jateng tersebut.

Rena Agustina salah satunya. Perempuan berparas manis ini mengaku rela datang jauh-jauh dari Salatiga demi mencicipi ragam kuliner pedas yang dijual di tiap stand festival.

“Ini saya lagi nyobain nasi sambal lombok ijo, enak sih rasanya apalagi ayamnya gurih,” kata Rena kepada¬†metrosemarang.com, yang mengaku datang bersama rombongan temannya tersebut.

Wanita 25 tahun itu bahkan mengatakan akan membeli beberapa bungkus makanan pedas lainnya agar dapat dicicipi oleh keluarganya di rumah. “Ya siapa tahu ada yang ketagihan terus mau ke sini,” katanya.

Lain halnya dengan Gendis, mahasiswi 27 tahun asal UIN Walisongo. Gendis bilang makanan pedas yang disajikan cukup bervariatif. Tapi menurutnya kebersihannya masih kurang dikelola dengan baik.

“Padahal kalau dilihat lokasinya adem dibawah pohon tapi ya mungkin buat saran panitianya aja, kebersihannya kudu ditingkatkan,” paparnya.

Sedangkan Komunitas Kuliner Semarang sebagai panitia acara festival menyebut bila selama empat hari ke depan terdapat 60 stand yang menjual 70 aneka menu sambal ekstra pedas.

Selain itu, menurut Ketua Komunitas Kuliner Semarang Firdaus Adinegoro, kuliner ekstra pedas itu juga disandingkan dengan ragam masakan kaya rasa yang diolah dengan bumbu rempah yang unik.

“Karena di Semarang ada banyak etnis, maka kita hadirkan pula menu-menu alkulturasi budaya Cina, India, Melayu dan Jawa,” jelasnya.

Semua menu yang ada di festival tersebut dijual mulai Rp 15 ribu-Rp 50 ribu. “Disamping itu ada masakan kombinasi lainnya macam pizza dan lain sebagainya,” tandasnya. (far)

Tinggalkan Balasan