Home > METRO BERITA > PERISTIWA > Empat Komplotan Malmot Ditangkap, Dua Didor

Empat Komplotan Malmot Ditangkap, Dua Didor

Keempat pelaku curanmor di Poltabes Semarang. Foto: Metro Semarang/Ilyas Saputra
Keempat pelaku curanmor di Poltabes Semarang. Foto: Metro Semarang/Ilyas Saputra

SEMARANG – Petugas unit Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang, berhasil membekuk kelompok pencuri spesialis kendaraan roda dua dan komputer sekolah, Kamis (11/12) siang. Mereka ditangkap di kediaman masing-masing pelaku. Petugas terpaksa melepaskan tembakan ke dua orang pelaku karena berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Selama bulan November hingga Desember 2014, kelompok yang berjumlah empat orang tersebut berhasil menggasak sedikitnya dua unit motor dan seperangkat komputer di tiga TKP berbeda.

Para pelaku yakni, Agus Sutriyono (35), warga jalan Lodan III RT 03 RW 03, Bandarharjo, Semarang; Dimas Enggal Saputra (21), warga jalan Kebonharjo RT 9 RW 5, Tanjung Mas, Semarang; Windha Ana Carisca (23), warga jalan Kebonharjo, RT 03 RW 7, Tanjung Mas, Semarang; dan Nikitha Intania Bramasto (28) warga Brumbungan, 32 RT 09 RW 04, Gabahan, Semarang.

Salah seorang pelaku, Dimas, mengatakan, nekat mencuri motor karena tidak memiliki uang untuk membeli makan.

“Saya tidak punya pekerjaan, makanya mencuri buat bertahan hidup,” akunya saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/12) pagi.

Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiharto, mengatakan, keempat pelaku merupakan komplotan pencuri yang mengincar sepeda motor di rumah-rumah warga dan kos-kosan.

“Sasarannya kos-kosan atau rumah yang terlihat sepi. Mereka menggunakan kunci T saat beraksi. Keempatnya ditangkap setelah dilakukan pengembangan dari salah seorang tersangka bernama Agus,” tuturnya.

Barang bukti berupa dua unit motor, yakni Yamaha Mio H 5190 QP, Yamaha R15 tanpa plat nomor, dan dua perangkat komputer serta alat-alat yang digunakan pelaku, seperti kunci T dan obeng, berhasil diamankan petugas.

Keempat pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tuhuh tahun penjara. (Yas)