Home > Berita Pilihan > Enam Ruas Jalan di Semarang akan Dibuat Searah Mulai 2017

Enam Ruas Jalan di Semarang akan Dibuat Searah Mulai 2017

METROSEMARANG.COM – Gara-gara jadi biang kemacetan, setidaknya enam ruas jalan raya di Kota Semarang akan dibuat satu arah (verboden) mulai awal 2017 mendatang. Salah satu jalan yang dibuat satu lajur itu ialah Jalan MT Haryono dan Jalan Menteri Supeno.

Jalan Menteri Supeno salah satu ruas jalan yang akan dibuat searah mulai 2017. Foto: metrosemarang.com/dok

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Catur Gatot Effendi mengatakan, Jalan MT Haryono akan dibuat searah mulai dari depan SMA Sedes menuju arah utara sampai perempatan lampu merah Bangkong.

Di Jalan Menteri Supeno yang jadi simpul kemacetan saat sore hari juga akan dibuat searah memutar. Pola searahnya seperti ini. Kendaraan dari arah Menteri Supeno dipastikan tak boleh lagi jalan lurus jika akan ke Jalan Pahlawan, namun harus belok kiri lewat depan SMA Negeri 1 baru belok kanan atau memutar ke Taman KB.

“Untuk dua ruas jalan itu diberlakukan satu arah mulai 1 Januari 2016. Kita bersama Dishub memasang rambu-rambu dan menyosialisasikannya,” ungkap Catur, Jumat (30/12).

Dengan kata lain, pengendara dari ruas Pandanaran dilarang belok langsung ke Jalan Menteri Supeno, melainkan harus memutari Taman KB.

Jalan searah lainnya, kata Catur juga akan diberlakukan Jalan Imam Bonjol dari arah Tugumuda dibuat satu lajur menuju selatan. Pun demikian dengan Jalan Pemuda setelah depan Mal Paragon, dipastikan juga dibuat searah menuju selatan Tugumuda. Jalan MH Thamrin dan Jalan Gajahmada pun dibuat satu arah ke selatan.

“Rencana satu arah jalur tersebut diberlakukan pada awal Februari 2017,” bebernya.

Ia mengklaim perubahan jalur searah itu demi merekayasa lalu lintas agar potensi kemacetan yang sering terjadi di jalan protokol dapat dikurangi.

“Perubahan jalur searah juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan, seiring dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor di jalan raya,” ungkap Catur lagi.

Ia menyebut daya tampung jalan raya kiniĀ  tak mungkin lagi diperlebar karena sudah banyak permukiman warga. Sehingga, opsi terbaik satu-satunya hanya mengubah jalur menjadi searah.

Perubahan jalur searah tersebut nantinya dibarengi dengan berbagai penyesuaian mulai penggantian rute angkutan kota dan Trans Semarang yang otomatis harus menyesuaikan kebijakan jalur searah. (far)