Era Milenial Butuh Anak Muda Kreatif

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang menggelar pertemuan antar generasi saresehan kepahlawanan di balai kota, Senin (6/11), menjelang peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November nanti.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan pengarahan saat Tatap Muka Antar Generasi dan Sarasehan Kepahlawanan dalam rangka Hari Pahlawan, Senin (6/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, bahwa makna kepahlawanan bagi para pemuda saat ini adalah mengukir prestasi yang membanggakan bangsa dan negara, bukan mengangkat senjata melawan penjajah.

”Karena sekarang bukan waktunya berperang lagi. Maka menjadi pahlawan saat ini adalah bagaimana adik-adik bisa mempunyai prestasi yang bermanfaat untuk bangsa, negara, dan lingkungan,” kata Wali Kota yang disapa Hendi.

Sebagai narasumber saresehan yaitu Dr Sudartho dari DHD 45 Provinsi Jateng, Kesbangpol Pemkot Semarang, Ketua Karangtaruna Gde Ananta Wijaya, Ketua LVRI Hari Widodo, Pepabri, PWRI, dan pelaku pertempuran 5 Hari Kota Semarang. Serta dihadiri oleh berbagai ormas dan pelajar di Kota Semarang.

Hendi mencontohkan, salah satu pasangan pemuda yang menjadi pahlawan Indonesia saat ini, adalah seperti pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliana yang menjuarai All England di event olahraga internasional Olympiade.

“Di saat Indonesia terpuruk, Tontowi dan Liliana mengangkat nama Indonesia jadi juara dunia bulutangkis. Juara All England. Itu merupakan cara lain menjadi pahlawan saat ini,” ujarnya.

”Banyak cara untuk menjadi pahlawan bangsa, caranya dengan bersekolah lebih baik, lebih tinggi dari generasi sebelumnya, karena pertandingan yang sesungguhnya adalah ketika masuk di dunia kerja yang nyata,” lanjutnya.

Hendi tidak menginginkan pemuda saat ini terjebak pada kegiatan rutinitas. Sebab, persaingan dunia pendidikan dan laninya saat ini justru lebih kompetitif. Dia berharap, pemuda saat ini selain berprestasi di bidang akademik, juga berprestasi di bidang non akademik.

“Saya ingin para pemuda bisa menguasai Bahasa asing, menguasai olah raga, tarian, atau fotografi. Apalagi, di era milenial saat ini yang dibutuhkan adalah generasi muda yang kreatif, inovatif dan cerdas,” tegasnya.

Ditambahkan, yang menjadi kelemahan pemuda saat ini adalah dari segi sisi emosionalnya, dan tidak mempunyai modal untuk berjuang, berkreatifitas, dan berkarya.

”Selama ini semangat, idealisme, kepandaian anak muda selalu mendominasi. Kelemahannya yaitu emosionalnya serta finansialnya yang belum mapan,” jelasnya.

Peringatan Hari Pahlawan ke 72 yang mengusung tema Perkokoh Persatuan Membangun Negeri kali ini bertujuan menghormati perjuangan para pahlawan dan juga untuk mempertahankan kemerdekaan. (duh)