Home > METRO BERITA > Eskalasi Meningkat, Belasan Kasus Intoleran Merebak di Jateng

Eskalasi Meningkat, Belasan Kasus Intoleran Merebak di Jateng

METROSEMARANG.COM – Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSa) Semarang menyebutkan sepanjang periode Januari-Desember 2016 menemukan 16 kasus tindakan intoleransi yang bermunculan di beberapa daerah di Jawa Tengah. Menurut Siti Rofiah, Direktur Program eLSa Semarang, hal itu dipicu adanya sekelompok ormas tertentu yang seakan dapat momentum untuk melancarkan aksinya pada tahun lalu.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Mereka seakan dapat momentumnya, apalagi pemberitaan di media sosial gencar sekali yang memuat konteks anti perbedaan sehingga warga jadi alergi sama yang beda-beda. Makanya, kita tahun ini akan memperkuat literasi media, sembari mengedukasi masyarakat,” katanya, saat berdialog di Gereja Paroki Bongsari, Kamis (12/1).

Ia mengatakan selain kasus-kasus intoleransi, dirinya juga mendapati empat kasus lainnya yang bersinggungan dengan perbedaan agama dan berkeyakinan. Ini temuan menarik mengingat Jawa Tengah selama ini tergolong adem ayem.

Kasus yang paling mencolok, kata dia yakni perusakan Masjid Ahmadiyah di Kendal. Ia mengatakan kasusnya telah bergulir di muka sidang. Meski belum memasuki tahap vonis, tapi ia lega karena sudah ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus itu.

“Kita terus memantau proses sidangnya karena rawan ada pengerahan massa,” paparnya.

Ia menyampaikan semua data yang ditemukannya itu valid sehingga bisa menjadi rujukan bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mengutamakan hak asasi manusia.

“Karena bukannya menurun, namun kasus kebebasan beragama tahun lalu justru meningkat dibanding 2015 silam,” jelasnya dan ia cukup mengapresiasi sikap Polda Jateng yang sigap menindak para pelakunya. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link