Home > METRO BERITA > Fadli Zon Dinilai Bungkam Partisipasi Warga pada Pemilu

Fadli Zon Dinilai Bungkam Partisipasi Warga pada Pemilu

Fadli Zon Foto Metrosemarang/dok islampos
Fadli Zon
Foto Metrosemarang/dok islampos

 

SEMARANG – Ketua Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah Ronny Maryanto menyesalkan laporan Wakil Ketua DPR Fadli Zon ke Mabes Polri. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk kriminalisasi dan pembungkaman terhadap warga yang mencoba berpartisipasi pada pengawasan Pemilu.

Atas laporan itu, Mabes Polri menetapkan Ronny sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan UU ITE terkait pemberitaan ‘Kampanye di Semarang, Fadli Zon Bagi-bagi Uang’ saat Pilpres pada 2 Juli 2014 lalu.

Ronny diperiksa Kamis (7/11) hari ini bersama jurnalis Tribun Jateng Raka F Pujangga. Keduanya diperiksa atas delik aduan Fadli Zon, pasal 27 ayat (3) UU ITE serta Pasal Pencemaran Nama Baik (310 dan 311 KUHP).

“Pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan kedua saya. Di panggilan pertama status kami sudah sebagai tersangka surat tertanggal 26 Oktober 2014. Untuk datang pada 27 Oktober tapi kami tidak bisa penuhi karena panggilan di Jakarta,” ungkap Ronny usai diperiksa di Ruang Subdit III Tipikor Direskrimsus Polda Jateng Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Kota Semarang.

Pada pemeriksaan kedua yang dimulai 14.30 WIB sampai 16.41 WIB. Ronny mengaku hanya mendapatkan empat pertanyaan tambahan dari penyidik. “Hanya ada penambahan pertanyaan, pemeriksaan pertama ada empat pertanyaan,” tuturnya.

Ronny yang didampingi kuasa hukumnya M Ainul Yakin dari YLBHI menyayangkan laporan Fadli Zon ke polisi. Pasalnya ada hak untuk mengeluarkan pendapat tersandera oleh langkah pelaporan tersebut.

“Dari kasus ini kami menyayangkan laporan Fadli Zon terkait laporan kami ke Panwas Kota Semarang. Ada respons dari terlapor terkait laporan kami. Itu mencederai dari bentuk partisipasi masyarakat. Ini akan jadi ancaman kami yang sering sekali laporan balik kami dapat dan sekarang ini sudah terbukti,” tuturnya.(MS-08)