Home > METRO BERITA > Sosialita > Fadlun: Asa Membuka Restoran Selepas Kuliah

Fadlun: Asa Membuka Restoran Selepas Kuliah

 

FADLUN

SAAT sebagian besar teman-temannya suka menghabiskan waktu untuk nongkrong  dan berbelanja, tidak demikian dengan Fadlun. Mahasiswi berjilbab dan berparas cantik ini, lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan mencoba hal baru, yakni berwirausaha.

Dia memiliki keterampilan memasak dari keluarga. Berbekal keterampilan itulah, gadis kelahiran Indramayu, Jawa Barat, ini berani mencoba membuka usaha. Sebuah warung makan sederhana, dia dirikan di depan rumah kontrakannya. Sampai dengan saat ini warung masih buka dan bertambah maju.

Sebagai mahasiswa, maka waktu menjajakan makanan di warung dia lakukan usai menyelesaikan tugas kuliah. Sehingga tidak mengganggu kewajibannya untuk belajar. ‘’Kebetulan, saya memang suka makan dan masak,’’ katanya menuturkan alasan memilih buka warung makan.

Perempuan kelahiran  tanggal 19 Juni 1992 ini, sebagai mahasiswa IAIN Walisongo Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Dia menceritakan pengalaman tentang usahanya tersebut. Bahwa, berwirausaha butuh keuletan dan tanggung jawab. ‘’Melalui usaha ini, saya belajar untuk ulet dan tanggung jawab,’’ tuturnya.

Keuletan ditunjukkannya dengan sering melakukan wisata kuliner. Tentu, hal itu untuk mendapatkan aneka cita rasa masakan. Nantinya bisa dipraktikkan atau dikembangkan di usahanya. Ketertarikan terhadap makanan, membuatnya melakukan kegiatan berburu kuliner sebagai  aktifitas menyenangkan.

Dia mengaku sudah cukup banyak mencicipi jenis masakan. Sebagai seorang ‘pemburu’, dia tidak pilih-pilih dalam menicicipi makanan. ‘’Iya, itung-itung untuk nambah varian menu di warung,’’ katanya.

Sedangkan jiwa tanggungjawab dalam dirinya, sudah sedikit banyak terbentuk dari aktif berorganisasi di kampus. Dia pernah didapuk menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam tahun 2011. Bahkan jadi koordinator Forum Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Nasional.

Selain itu, pernah ikut program dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), berupa ekspedisi potensi alam Negara Kesatuan Republik Indonesa (NKRI) di daerah Manado, Sulawesi Utara.

Pengalaman berorganisasi dan pembinaan dari tentara itu, dia terapkan nilai-nilai tanggungjawabnya dalam mengelola warung makan. Alhasil, sekarang warungnya terus berkembang. ‘’Kalau memang memungkinkan, selesai kuliah saya ingin meneruskan warung ini, sampai berkembang menjadi restoran,’’ pungkasnya. (MS-13)