Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Imlek Semarang > Festival Kuliner Babi Terbesar Siap Guncang Semarang

Festival Kuliner Babi Terbesar Siap Guncang Semarang

Tenda besar mulai dipasang untuk menyiapkan pesta daging babi terbesar di Indonesia. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Tenda besar mulai dipasang untuk menyiapkan pesta daging babi terbesar di Indonesia. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Warga Kota Semarang dihebohkan dengan kemunculan acara pesta daging babi yang disebut-sebut baru pertama kali digelar di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, panitia acara menggelar pesta daging babi selama empat hari beruntun.

Pesta daging babi ini diperkenalkan kepada warga Semarang dengan nama Pork Festival 2016. Komunitas Kuliner Semarang sebagai penyelenggara acara menyebut bahwa acara itu dimulai hari ini, Kamis (4/2) hingga Selasa (8/2) pekan depan. Lokasinya dipusatkan di pelataran parkir Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang karena dekat dengan kawasan Pecinan.

Saat ini, sebuah tenda raksasa telah dibangun di halaman parkir Sri Ratu lengkap dengan tulisan Pork Festival dengan lambang kepala babi. Di dalam tenda terdapat 20 stand yang menjual 30 jenis sajian daging babi. Konsepnya, semi foodcourt. Pengunjung leluasa makan babi di meja-meja bundar yang disediakan panitia.

Firdaus Adi Negoro Pendiri Komunitas Kuliner Semarang mengklaim pesta daging babi baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah bahkan di Indonesia. “Kita ingin tampilkan sesuatu yang unik maka kita pilih festival makanan babi jadi acara menyambut Imlek,” terang Firdaus kepada metrosemarang.com.

Di festival ini, ia ingin mengajak 150 ribu pecinta daging babi di Semarang untuk menyantap sajian menu yang disediakan di 20 stand. “Selain itu, ingin menggaet pecinta daging babi dari luar kota seperti Solo dan Yogyakarta,” kata Firdaus.

Ia memperkirakan lokasi festival bakal dipadati pengunjung mulai pukul 15.00 WIB sore nanti. Yang pasti, kata Firdaus pesta daging babi diperuntukan bagi warga etnis Tionghoa yang merayakan Imlek di Semarang. “Orang Muslim dilarang datang,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi aksi protes dari ormas Islam, ia mengaku telah mengajuan surat izin penyelenggaraan kepada aparat kepolisian setempat. “Aparat Polrestabes Semarang dan polsek setempat akan mem-back up acara kami,” ungkap Firdaus.

Firdaus menjelaskan pesta daging babi ini memang sengaja mengadakan pesta daging babi secara vulgar agar masyarakat dapat menghargai perbedaan budaya yang berkembang selama ini.

“Kita ingin mengajarkan kepada warga agar menerima perbedaan dan harus dilakukan terbuka. Dengan cara tersebut maka kita berharap tak ada lagi orang musim yang ketipu makan daging babi,” ujar Firdaus.

Daging babi dikenal luas sebagai makanan haram bagi umat Muslim. Di Semarang sendiri, para penjual daging babi biasanya mudah ditemukan di pinggir Jalan Gang Lombok yang berada di permukiman Tionghoa. (far)