Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Film Bid’ah Cinta Angkat Isu Toleransi Beragama

Film Bid’ah Cinta Angkat Isu Toleransi Beragama

METROSEMARANG.COM – Toleransi dalam memeluk agama yang mulai hilang coba diangkat Nurman Hakim ke layar lebar dengan meluncurkan film berjudul Bid’ah Cinta. Film besutan sutradara berambut gondrong ini mengisahkan asmara sepasang kekasih, antara pemuda bernama Kamal yang diperankan Dimas Aditya dan Khalida yang diperankan Ayushita. Film ini baru saja dibedah di Aula II Kampus UIN Walisongo Semarang, Kamis (2/3).

Bedah film Bid’ah Cinta di Aula II Kampus UIN Walisongo Semarang, Kamis (2/3).

Nurman Hakim mengaku jika kedua remaja ini berasal dari dua latar belakang keluarga yang berbeda. Meski sama-sama berasal dari dua keluarga Islami tapi mereka memiliki pandangan dan pemahaman dari sudut yang berbeda. Hingga akhirnya keduanya dibenturkan dengan konflik intoleransi dari keluarga dan lingkungan sekitar.

“Isu ini sangat relevan, model-model konflik seperti ini terjadi sudah lama. Masyarakat tidak sadar hidup berdampingan dan damai itu penting, bahkan saaat ini agama banyak ditumpangi dengan berbagai macam kepentingan,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima metrosemarang.com, Sabtu (4/3).

Dirinya mengungkapkan jika film yang menyasar semua umur ini, sudah mulai digarap sejak 2015 silam sebelum konflik dan intoleransi antar umat beragama sangat marak seperti sekarang. Bahkan dirinya menjelaskan jika isu tersebut sangat relevan dengan kasus yang menjerat Ahok.

“Digarapnya sudah lama, isu yang diangkat adalah pentingnya hidup berdampingan dan saling memaafkan. Selain itu yang paling penting dimana pemeluk agama Islam harus menjadi orang yang toleran. Di sini film dibuat dengan bahasa yang ringan agar mudah dicerna, namun tidak menghilangkan esensi dan kualitas film,” tuturnya.

Sebelum penggarapan, Nurman mengaku telah melakukan berbagai survey. Ia pun harus jeli untuk memilih pemain dan harus memberikan wawasan dan cara pandang terhadap peran yang dijalankan. Premiere film yang rencananya akan digeber 11 Maret di Jakarta dan tayang serentak 16 Maret mendatang, telah menuai pro kontra di tengah masyarkat.

“Kebetulan trilernya sudah bisa dilihat di Youtube dan menimbulkan pro kontra. Hal ini terjadi karena mereka belum melihat film secara keseluruhan dan belum bisa mengambil nilai yang ada,” ujarnya.

Sementara itu Ben Shobih, penulis naskah film Bid’ah Cinta menuturkan jika persoalan sosial terutama tentang agama ini memang saat ini marak terjadi. Dalam film tersebut, dirinya mengaku mempunyai misi memotret realitas yang ada di masyarakat saat ini yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan toleransi.

“Realitasnya memang ada, paling tidak pesan tentang toleransi bisa tersalurkan. Di sini ada banyak unsur, ada komedinya juga, percintaannya juga dan masih banyak lagi. Sengaja tidak dibikin tegang karena agama itu kayak obat, kalau dosisnya kebanyakan malah bahaya,” candanya.

Yoga Pratama, pemeran Zaki dalam film Bid’ah Cinta mengaku jika beberapa pemain memang mendapatkan tekanan dan pro kontra dari film tersebut. Padahal menurut dirinya, film tersebut menekankan tentang pentingnya toleransi, yang memang ia jadikan sebagai misi tersendiri.

“Memang harus nonton dulu sampai habis, saat ini memang banyak komentar pedas namun buat saya menurlarkan toleransi dan menumbuhkan rasa itu pun sangat penting,” ucapnya. (vit)