Home > METRO BERITA > FKPT Tegaskan Tak Ada Indikasi Terorisme di Sekolah Semesta

FKPT Tegaskan Tak Ada Indikasi Terorisme di Sekolah Semesta

METROSEMARANG.COM – Semesta Boarding School, sebuah sekolah bilingual di Kecamatan Gunungpati Semarang ini sempat diduga terlibat dengan aksi terorisme di Turki. Menanggapi isu tersebut, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah melakukan kunjungan langsung ke Semesta, Rabu (3/8) siang.

Najahan Musyaffak berdialog dengan siswa SMP saat mengunjungi Sekolah Semesta. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Najahan Musyaffak berdialog dengan siswa SMP saat mengunjungi Sekolah Semesta. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Rombongan FKPT Jawa Tengah ini tiba di Semesta sekitar pukul 13.00 dan langsung disambut oleh Moh. Haris, Kepala Sekolah Semesta. Kedatangan FKPT ini untuk melihat secara langsung kondisi sekolah serta mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah.

“Isu berkembang di media, maka FKPT merasa perlu dan wajib untuk meninjau secara langsung,” papar Najahan Musyaffak, Ketua FKPT Jawa Tengah.

Kendati demikian, ia menegaskan pihaknya akan melihat secara objektif atas penjelasan dari pihak sekolah. Moh. Haris menjelaskan bahwa memang sekolah Semesta yang berdiri sejak 6 Mei 1999 ini pernah bekerjasama dengan PASIAD. Menurutnya, sejak dikeluarkannya undang-undang Sisdiknas pada tahun 2003 silam, banyak sekolah RSBI yang menandatangani MoU dengan PASIAD.

“Kan dianjurkan bahwa setiap kabupaten atau kota wajib ada satu satuan pendidikan atau satu sekolah yang bertaraf internasional, sehingga mereka bekerja sama dengan PASIAD,” ujar Haris.

Tetapi, kata dia, kerjasama Semesta dengan PASIAD sudah berhenti per 1 November 2015. Moh. Haris menyatakan bahwa tidak ada kaitan lagi Semesta dengan PASIAD.

Sebabnya, pada tahun 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan bahwa sekolah bertaraf internasional harus punya semacam sister school, sedangkan PASIAD bukanlah institusi sekolah melainkan NGO atau LSM. Hal ini praktis membuat Semesta kehilangan induk.

“Setelah itu Semesta mencari Sister school ke Amerika, karena tidak bisa lagi bekerja sama dengan PASIAD,” imbuhnya.

Usai mendengar penjelasan Moh. Haris, Najahan bersama jajaran FKPT Jawa Tengah melakukan observasi dengan berkeliling gedung sekolah. Ia juga berdialog dengan salah seorang siswa SMP Semesta. Akhirnya ia mengeluarkan statemen bahwa Sekolah Semesta tidak menunjukkan indikasi adanya aktivitas terorisme.

“Kami punya kriteria, mulai dari keterbukaan pihak sekolah sampai pada pluralitas, bahwa di sini ternyata siswanya beragam tidak hanya Islam saja, jadi kami menyatakan bahwa Semesta tidak terindikasi terorisme,” papar Najahan. (vit)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link