Home > METRO BERITA > Frustrasi Ditinggal Mayang, Manyun Jadi Begal di Semarang

Frustrasi Ditinggal Mayang, Manyun Jadi Begal di Semarang

Rajah bertuliskan 'Mayang' menempel di tangan kanan Manyun, begal jalanan yang diringkus Resmob Polrestabes Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Rajah bertuliskan ‘Mayang’ menempel di tangan kanan Manyun, begal jalanan yang diringkus Resmob Polrestabes Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Kisah asmara Iwan Agus Prasetyo alias Manyun (31) dengan Mayang Prasetyo ternyata cukup serius. Bahkan, nama Prasetyo melekat di belakang Mayang tersebut juga merupakan nama terakhir Iwan.

Pasangan ini sempat menjalin hubungan selama tujuh tahun dan tinggal bersama di Bali. Bahkan, keduanya juga merajah tubuhnya dengan nama pasangannya. “Kami membuat tato bersama. Nama dia saya tulis di lengan kanan saya, dan nama saya ada di punggungnya,” beber Manyun sebelum menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang atas kasus perampasan yang disangkakan kepadanya, Jumat (28/11) siang.

Mayang juga menambahkan nama Prasetyo di belakang namanya. Namun sayang, hubungan mereka harus berakhir ketika Mayang memutuskan berpaling ke Marcus Volker, pria asal Denmark yang ternyata justru tega mengakhiri hidup transgender asal Lampung itu dengan cara yang begitu sadis.

“Semenjak putus, saya akhirnya pulang ke Semarang. Terakhir dia (Mayang) menghubungi saya saat dia pergi ke Denmark bersama Marcus,” urainya.

Entah frustrasi lantaran di-PHP Mayang, Manyun pun memilih menjadi begal di Semarang. Pria warga Jalan Saptamarga itu tercatat sudah belasan kali melakukan perampasan sepeda motor. Aksinya terhenti setelah petugas Resmob Polrestabes Semarang melumpuhkannya dengan timah panas dalam penyergapan pada Kamis (27/11).

Sementara, Mayang Prasetyo ditemukan tewas dengan cara dimutilasi pada 4 Oktober 2014 lalu, di sebuah apartemen di Brisbane Australia. Pelaku yang tak lain adalah kekasihnya Markus Peter Volker juga ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher. Diduga Peter nekat mengakhiri  hidupnya sendiri setelah membunuh Mayang. (yas)