Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > FTI Unisbank Dorong Publikasi Jurnal Internasional

FTI Unisbank Dorong Publikasi Jurnal Internasional

METROSEMARANG.COM – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang menyelenggarakan seminar & workshop penulisan artikel ilmiah dalam jurnal internasional, Rabu (24/8). Menghadirkan Eng. Sunuwibirawa dari Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta sebagai narasumber, Unisbank berharap bisa meningkatkan kualitas dosen melalui kegiatan ini.

Eng. Sunuwibirawa  Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Eng. Sunuwibirawa
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Dekan FTI Unisbank, Yohanes Suhari menuturkan, para dosen dituntut agar mampu menuliskan hasil penelitiannya dalam jurnal internasional. Hal itu sesuai undang-undang perguruan tinggi dengan kewajiban dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Hasil penelitian dan pengabdian masyarakat inilah yang penting kita publikasikan, baik dalam jurnal nasional ataupun internasional,” papar Suhari.

Dia menambahkan, enelitian, pengabdian, metode pengajaran dan penulisan dalam jurnal adalah parameter bagaimana kualitas dosen di sebuah perguruan tinggi. Suhari berharap dengan seminar dan workshop ini akan semakin banyak dosen Unisbank yang mampu menembus dalam jurnal internasional

Sementara, Sunuwibirawa mengatakan, sudah ada penghargaan yang akan diberikan kepada peneliti yang mampu menuliskan hasil  penelitiannya dalam jurnal internasional, khususnya jurnal yang terindeks, yaitu Scopus dan Thomson Reuters. Besarannya antara Rp 50 juta sampai dengan Rp 100 juta.

Lulusan S3 dari Tokai University, Tokyo Japan ini menambahkan, tidak mudah mempublikasikan penelitian ke dalam jurnal, apalagi jurnal internasional yang terindeks. Selain penguasaaan bahasa, banyak para peneliti muda yang terkendala dalam menentukan jurnal internasional.

Hal ini tentunya berbeda dengan peneliti yang sedang menempuh S3, karena secara kelembagaan sudah ditentukan pembimbing dan jurnal mana yang tepat untuk mempublikasikan hasil penelitian. “Harus mampu membedakan mana data, informasi dan pengetahuan juga menjadi salah satu hal yang harus diketahui oleh para peneliti muda,” ujarnya. (vit)