Home > METRO BERITA > Gagal di 2016, Koridor 5 dan 6 akan Diluncurkan Akhir Februari

Gagal di 2016, Koridor 5 dan 6 akan Diluncurkan Akhir Februari

METROSEMARANG.COM – Peluncuran koridor 5 dan 6 Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang ditargetkan bisa dilakukan akhir bulan Februari 2017 dengan jumlah armada masing-masing koridor 15 bus. Hal ini setelah dua koridor itu gagal diluncurkan tahun 2016.

Armada BRT Trans Semarang
Foto: istimewa

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, awalnya dua koridor tersebut targetnya diluncurkan pada tahun lalu. Karena pada 2016 mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat sebanyak 25 bus besar dan 25 bus medium.

Selain itu, dari Pemerintah Provinsi Jateng juga mendapatkan bantuan 8 bus besar dan 7 bus medium. Sehingga totalnya ada sebanyak 65 unit bus bantuan.

”Tapi karena ada mis manajemen sampai dengan akhir Desember tahun lalu koridor 5 dan 6 belum bisa dibuka. Pengelola menyatakan belum menganggarkan untuk pengurusan dokumen administrasi surat jalan,” katanya, Jumat (13/1).

Tapi sekarang sudah dianggarkan. Dia mengatakan, pihaknya tidak ingin melihat ke belakang karena tidak akan maju-maju. Saat ini pihaknya sudah mengganti semuanya. Mulai dari kepala Dinas Perhubungannya, pengelolanya, dan manajemennya.

Dengan perombakan itu diharapkan ada penyegaran. Muncul sebuah lompatan besar dalam pelayanan BRT Trans Semarang kepada masyarakat.

”Kini koridor 5 dan 6 sedang dalam proses, kendalanya staf saat ini masih dalam penataan setelah adanya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) baru. Targetnya minggu ini semua staf sudah terdistribusi, sehingga minggu depan pelaksanaan program,” katanya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan, jika minggu depan sudah bisa dimasukkan ke ULP (Unit Lelang Pengadaan), dan awal Februari lelangnya sudah berjalan, maka akhir Februari koridor 5 dan 6 sudah bisa diluncurkan.

Koridor 5 sendiri rutenya rencananya dari Meteseh hingga Anjasmoro dan PRPP.  Sementara koridor 6 rencananya dari mulai Unnes Semarang, Pawiyatan Luhur, bundaran Taman Diponegoro, Kaliwiru, Gombel, Patung Kuda danterakhir di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Tembalang. (duh)