Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Gagal Bendung PSIS, Pelatih PPSM Sebut Timnya Kecolongan

Gagal Bendung PSIS, Pelatih PPSM Sebut Timnya Kecolongan

METROSEMARANG.COM – Pelatih PPSM Sakti Magelang, Siswanto cukup puas dengan penampilan timnya meski akhirnya takluk dari PSIS Semarang. Namun, juru taktik yang biasa disapa Kancil ini belum bisa menerima kegagalan anak asuhnya mengantisipasi set peace yang berujung pada lahirnya gol tuan rumah.

Pemain PPSM Iwan HW (kanan) membayangi bek PSIS Safrudin Tahar. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Pemain PPSM Iwan HW (kanan) membayangi bek PSIS Safrudin Tahar. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PPSM mengemban misi sulit saat menyambangi Stadion Jatidiri, Sabtu (27/8) sore. Tim asal Kota Gethuk wajib menang jika ingin menjaga kans lolos ke babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B.

Dedean Surdani dkk sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka sukses meredam kedua sayap PSIS, sehingga pemain-pemain tuan rumah kesulitan mengalirkan serangan kepada Johan Yoga yang menjadi target man.

“Dari awal saya sudah menginstruksikan agar pemain PSIS tidak bisa mengirimkan crossing ke kotak penalti, karena mereka memiliki Johan Yoga yang tangguh dalam duel udara,” kata dia, seusai pertandingan.

Namun, ketangguhan Laskar Macan Tidar hanya bertahan selama 63 menit. Gawang PPSM yang dikawal mantan kiper nasional Markus Horison akhirnya jebol oleh sundulan Anhar Latif Prayogo. Sialnya, gol tersebut lahir dari bola crossing setelah terjadi pelanggaran di area kiri pertahanan PPSM.

“Saya cukup puas dengan penampilan anak-anak. Harus diakui, kami kecolongan. Tapi, kami juga tidak bisa berbuat banyak karena gol itu memang tercipta dari freekick,” ucapnya.

Dengan hasil ini, PPSM dipastikan tersingkir dari persaingan memerebutkan satu tiket babak 16 besar di Grup 4. Tim kebanggaan Wong Magelang itu baru mengoleksi 10 angka dan hanya menyisakan dua pertandingan.

Saat ini, tiket tersebut bakal diperebutkan PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara dan PSIR Rembang. Satu tiket lainnya sudah digenggam PSIS.

“Kami sudah berjuang maksimal untuk menjaga peluang di Semarang, meski akhirnya gagal. Tim ini memang diproyeksikan untuk kompetisi resmi, jadi kami tidak terlalu kecewa gagal di ISC,” tutup Siswanto. (twy)