Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Gagal Kandaskan PSIM, PSIS Kritik Kinerja Wasit

Gagal Kandaskan PSIM, PSIS Kritik Kinerja Wasit

METROSEMARANG.COM – PSIS gagal melanjutkan streak kemenangan saat meladeni PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (30/7). Meski cukup puas dengan performa Johan Yoga dkk, asisten pelatih Sumardi Widodo juga menyoroti kepemimpinan wasit.

tahar
Safrudin Tahar dkk harus mengakui keunggulan PSIM, Sabtu (30/7). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Mahesa Jenar membidik kemenangan kelima beruntun di Indonesia Soccer Championship (ISC) B kala menyambangi markas Laskar Mataram. Skenario itu nyaris berjalan sempurna andai sepakan AM Bahtiar di menit 63 tak digagalkan kiper Tito Rama.

Namun, kartu kuning kedua yang didapat wingback Fajar Bagus Bintoro di menit 66, memaksa PSIS harus berjuang dengan 10 pemain. Puncaknya, gawang Mahesa Jenar yang dikawal Fajar Setya Jaya jebol di menit 73 lewat sepakan Rangga Muslim.

Kehilangan satu pemain, Johan Yoga dkk justru tampil menggila. Barisan pertahanan tuan rumah dipaksa bekerja keras menahan gempuran anak asuh Eko Riyadi. Peluang terbaik dimiliki M Yunus di menit 80, tapi sepakannya masih menerpa mistar gawang.

Asisten Pelatih PSIS, Sumardi Widodo mengapresiasi perjuangan yang sudah dipertontonkan pemain-pemain Mahesa Jenar. Menurutnya, kedua tim sebenarnya memiliki level permainan seimbang.

“Kondisi cuaca panas memang cukup berat bagi pemain. Tapi, mereka telah menampilkan permainan yang luar biasa. Kami sedikit kurang beruntung karena harus kehilangan satu pemain,” kata dia, seusai pertandingan.

Pelatih fisik ini juga menyoroti kinerja wasit Musthofa Umarella. Pengadil asal Jakarta Timur ini dinilai membuat beberapa keputusan yang merugikan tim tamu.

Insiden di masa injury babak kedua menjadi klimaks kekesalan pemain-pemain PSIS. Saat itu, wasit memberi hadiah tendangan bebas buat tim tamu di sisi kiri pertahanan PSIM. Namun, beberapa saat setelah bola dilepas Safrudin Tahar, wasit langsung meniup peluit akhir, meski bola rebound masih dikuasai Feri Ariawan.

“Seperti inilah kondisi sepakbola kita. Padahal, kalau tetap dibiarkan play on toh belum tentu gol, tapi wasit terlalu terburu-buru meniup peluit,” ujar Widodo.

Sementara, pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengakui timnya diuntungkan dengan keunggulan jumlah pemain. “Kami akhirnya bisa memetik gol setelah pemain PSIS dikartu merah. Saya juga sepakat bahwa pertandingan sebenarnya sangat berimbang dan enak dinikmati,” tutur pelatih asal Jogja ini.

Tambahan tiga poin kembali menghidupkan kans PSIM memerebutkan satu tiket ke babak 16 besar. Sunny Hizbullah kini mengoleksi 11 angka dari delapan laga. Poin serupa juga ditorehkan PSIR Rembang yang baru saja mengandaskan Persibat Batang dengan skor 2-1. Selain PSIM dan PSIR, Persijap Jepara juga sudah mengoleksi 11 angka.

Bagi PSIS, kegagalan meraup poin di Bantul belum menggoyahkan posisi di puncak Grup 4. Mahesa Jenar masih nyaman dengan koleksi 16 poin dari tujuh pertandingan. (twy)