Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Gagal Lolos ISL, Ini Kerugian PSIS

Gagal Lolos ISL, Ini Kerugian PSIS

image
Pemain-pemain PSIS berusaha melupakan aib di Sleman dan bersiap menatap musim depan. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Impian PSIS untuk berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim depan dipastikan kandas. Dengan demikian, kesempatan untuk menambah pemasukan klub yang berdiri sejak 1932 itu juga ikut melayang.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah menjatuhkan talak kepada PSIS karena dianggap mencederai unsur sportivitas dalam drama lima gol bunuh diri di laga kontra PSS Sleman, akhir pekan kemarin. Kedua tim dipastikan terdepak dari babak semifinal yang rencananya bakal dihelat di Stadion Delta Sidoarjo, 12 November mendatang.

CEO PSIS Yoyok Sukawi menyebut hukuman itu terlalu berat buat klub kebanggaan wong Semarang. Klub sudah pasti paling terdampak dengan sanksi tersebut karena sudah mengucurkan dana hingga miliaran rupiah untuk mengarungi Divisi Utama musim ini.

“Sampai babak 8 besar saja, kami sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 5,5 miliar. Jika PSIS bisa lolos ke semifinal dan final, pemasukan otomatis bertambah karena kami akan mendapat match fee dari PSSI,” katanya, Rabu (29/10).

Namun, Yoyok tak banyak berharap dari match fee PSSI. Sebab, subsidi Rp 100 juta untuk klub di setiap tahap kompetisi yang dijanjikan induk organisasi sepakbola nasional itu sampai sekarang belum juga cair. Sebagai catatan, PSIS berhak mendapat uang kompensasi Rp 300 juta karena bisa lolos sampai 8 besar.

“Kerugian terbesar adalah PSIS kembali gagal lolos ke ISL. Kami dari manajemen meminta maaf kepada suporter dan masyarakat Semarang karena tahun ini belum mampu mewujudkan harapan untuk lolos ke ISL,” tutur pemilik nama lengkap AS Sukawijaya ini.

Berkompetisi di ISL tentunya menawarkan prestise yang ujung-ujungnya bisa menarik minat sponsorship untuk berinvestasi di PSIS. Pemasukan dari tiket penonton pun bakal ikut terdongkrak.

Bagaimanapun, sanksi sudah dijatuhkan dan PSIS harus mulai menata untuk berkompetisi lagi musim depan.

“Kami dari PT Mahesa Jenar Semarang masih sanggup membiayai tim ini. Yang sudah terjadi tak perlu diratapi lagi, sekarang saatnya bangkit untuk menatap musim depan,” tandasnya. (*)