Home > METRO BERITA > Galakkan Minat Membaca melalui Gerobak Batja

Galakkan Minat Membaca melalui Gerobak Batja

METROSEMARANG.COM – Sebuah gerobak berwarna-warni pada Minggu (18/9) siang, tiba-tiba dikerumuni banyak orang di Taman Banyumanik. Bentuknya memang tak biasa. Pada kedua sisinya, terpampang tulisan besar, Gerobak Batja. Nama yang mencuri perhatian saat warga melepas lelah di taman tersebut.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Ini saya buat dari hasil ngumpulin buku-buku milik alumni SMAN 3 Semarang yang jadi bekas sekolah saya dulu,” terang Panji Suryo Nugroho, kepada¬†metrosemarang.com.

Panji yang menggagas pembuatan Gerobak Batja itu tak mengira animo masyarakat begitu besar saat ia memarkirkan Gerobak Batja di Taman Banyumanik. Padahal, gerobak yang dipenuhi tumpukan buku itu baru secara resmi diluncurkan pada minggu lalu.

“Ternyata yang baca ke sini sangat banyak, Mas,” akunya seraya menambahkan bahwa gerobaknya berisi tak kurang 10 ribu tumpukan buku pelajar anak SD hingga buku dongeng anak balita.

“Senang juga anak-anak belajar membaca sekaligus main di sini,” kata Ratih Nurmala, warga setempat.

Lebih jauh, Panji mengaku terinspirasi membuat Gerobak Batja tatkala membaca literatur yang menyebut daya baca masyarakat Semarang merosot drastis bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Lalu, katanya, ia mencoba menghimpun buku dari para alumni sekolahnya agar dapat dirancang jadi sebuah tempat baca gratis. “Kalau perpustakaan pasti bikin bosan. Makanya saya punya ide buat Gerobak Batja. Ya biar praktis aja,” katanya.

Alhasil, Gerobak Batja muncul dari hasil swadaya demi menumbuhkan minat baca di kalangan anak usia dini. Tiap minggu, ia pun rutin mengganti buku bacaan yang dipajang di dalam gerobak.

“Memang donasi bukunya sangat banyak. Kita malah pengin ngajakin komunitas lainnya buat membuka gerobak ini di tempat-tempat lainnya,” akunya.

Dengan kata lain, ia bercita-cita memunculkan Gerobak Batja di tiap taman bermain sekaligus mendukung program gemar membaca yang digiatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (far)