Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Gang Car, Mobil Bebas Emisi Bikinan Mahasiswa Polines

Gang Car, Mobil Bebas Emisi Bikinan Mahasiswa Polines

METROSEMARANG.COM – Mahasiswa jurusan elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines) berhasil menciptakan terobosan baru moda tranportasi tanpa emisi bernama Gang Car. Kendaraan ini diklaim sebagai mobil ramah lingkungan karena menggunakan energi listrik sebagai bahan bakar.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Nama Gang Car sendiri berasal dari tujuan awal diciptakannya, yaitu untuk melewati jalan sempit seperti gang-gang di kawasan perumahan. Wisnu Oryza Sativa, mengungkapkan pembuatan Gang Car dilakukan oleh dua kelompok dari sistem power dan pengendali gerak. Beranggotakan 8 orang, Gang Car mulai dirancang sejak Mei 2016.

Gang Car dirancang menggunakan motor Hi grade dengan kualitas di atas rata-rata dan memiliki torsi antara 39-59 Nm. Wisnu menambahkan top speed Gang Car mencapai 50km/jam.  Kelebihan utama Gang Car selain bebas emisi adalah adanya fitur kontroler check poin speed untuk mengatur kecepatan dengan tiga mode speed, 30, 50, dan 80 persen.

“Kami yang pertama di Semarang yang memakai check poin speed ini. Jadi kalau sudah pilih mode 30 persen mau gas pol juga kecepatannya tetap 30 persen,” terang Wisnu di sela-sela pameran hasil penelitian mahasiswa Polines di Sri Ratu Pemuda, Minggu (4/9) siang.

Gang Car dirancang minimalis dengan rangka besi dan bodi dari seng. Ada dua buah kursi penumpang sesuai dengan kapasitas ideal mampu mengangkut minimal dua orang dan maksimal 5 orang. Suspensi roda depan dirancag menggunakan tiga pasang sock breaker dari motor Smash dengan kelenturan cukup. Sementara roda belakang dengan satu pasang sock breaker dari motor Yamaha scorpio yang miliki daya tahan beban tinggi. Motor penggerak ditanam langsung ke dalam ban belakang mobil dengan suplai tenaga dari motor Brushless DC (BLDC), bahan bakar tanpa sikat arang sehingga tidak menimbulkan polusi dan suara bising.

“Kelebihannya Gang Car nggak berisik juga tanpa polusi karena kita basiknya tenaga listrik,” imbuh Wisnu.

Ia menambahkan kontroler sendiri berasal dari empat accu tegangan 12 V dengan kapasitas 45 Ah digabungkan seri sehingga tegangan menjadi 48 V berkapasitas tetap yaitu 45 Ah.
Daya yang dihasilkan mencapai 2.160 Wh, Gang Car bisa beroperasi kurang lebih 81 menit dengan kecepatan maksimal.

“Kita memang masih ada kekurangan karena listrik otomatis harus di charge dan waktunya cukup lama, 10 jam,” terang Wisnu.

Meski demikian, mobil yang menghabiskan dana mencapai Rp 25 juta ini memiliki bobot yang tergolong ringan yaitu hanya 125 kg saja.
Wisnu berharap mobil ciptaannya bersama ketujuh rekannya, yaitu Rizki Adi Setiawan, M. Arouf, Bagus Suryo, Aktol Fairuz,  Nur Rahmat, dan Uji Prasetyo ini dapat dikembangkan sebagai model transportasi alternatif. (vit)