Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Ganjar Menduga Ada Sindikat Calo CPNS yang Libatkan Oknum Satpol PP

Ganjar Menduga Ada Sindikat Calo CPNS yang Libatkan Oknum Satpol PP

METROSEMARANG.COM – Gubernur Ganjar Pranowo menduga kasus oknum pegawai Satpol PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang terlibat kasus percaloan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak sendirian. Menurutnya, praktik percaloan tersebut melibatkan banyak orang.

Hal itu ia ungkapkan saat dikonfirmasi terkait oknum pegawai Satpol PP di lingkunganya bernama Supardi Mogol (51) warga Wologito Semarang Barat yang dilaporkan atas dugaan penipuan dengan modus penerimaan PNS. “Ada saja (sindikatnya). Nah sekarang pertanyaannya adalah laporan masyarakat, masyarakat mau lapor nggak?” terang Ganjar usai tarawih keliling di kampus UIN Walisongo, Selasa (7/6) malam.

Hanoman mengawal Gubernur Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang terpilih Hendrar Prihadi saat pembukaan Pasar Imlek Semawis, Kamis (4/2). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Hanoman mengawal Gubernur Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang terpilih Hendrar Prihadi saat pembukaan Pasar Imlek Semawis, Kamis (4/2). Foto: metrosemarang.com/dok

Dia mengakui tidak semua masyarakat berani melaporkan tindakan oknum pegawainya yang bermasalah. Hal itu lantaran antara oknum tersebut mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Seperti kasus yang dialami oknum Satpol PP tersebut.

“Ini umpamanya si CPNS-nya keterima mesti nggak lapor to? Jan-jane podo rusake, makanya dibenahinya semua. Cuman, ketika kemudian ada seperti ini, baik juga untuk pelajaran yang lain,” ujarnya.

Ganjar mengimbau kepada masyarakat agar tak tergiur menempuh jalan pintas untuk mendapatkan jabatan. Ia meminta kepada masyarakat agar segera melapor saat melihat oknum pegawainya yang tidak benar agar bisa ditindak tegas.

“Laporkan ke saya kalau ada yang tidak beres. Sebut namanya, kalau perlu difoto raine kirimke neng aku. Dan itu bukan sekali lho, sudah berkali-kali orang memotret oknum yang tidak benar itu wajahnya dikasih dan saya kasih tindakan,” tegasnya.

Dugaan percaloan CPNS ini mencuat setelah Albertus Poerwidyanto (51) warga Candisari Semarang melaporkan anggota Satpol PP Provinsi Jawa Tengah bernama Supardi ke SPKT Polrestabes Semarang pada Jumat (3/6) atas tuduhan penipuan. Pada 2014 Supardi menjanjikan ketiga anak korban bisa diterima sebagai PNS dengan imbalan Rp 450 juta. Namun hingga pertengahan 2016, janji tersebut hanya pepesan kosong, sedangkan Albertus telanjur menyetor mahar Rp 350 juta. (din)