Home > METRO BERITA > Ganjar: Pazaarseni Picu Denyut Kesenian di Semarang

Ganjar: Pazaarseni Picu Denyut Kesenian di Semarang

METROSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai perhelatan Pazaarseni semakin memicu denyut kesenian di Semarang. Menurutnya seni budaya menjadi bagian penting dalam hidup keseharian manusia.

Pazaarseni 2016 ditutup pada Rabu (31/8) malam. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pazaarseni 2016 ditutup pada Rabu (31/8) malam. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Saya khawatir jika kita sudah tidak suka dengan seni, hanya bekerja saja sehari-hari maka kita akan jadi manusia robot,” katanya ketika memberi sambutan dalam penutupan Pazaarseni 2016 di Taman Budaya Raden Saleh, Rabu (31/8) malam.

Ganjar meminta kepada Dewan Kesenian Semarang untuk melanjutkan kisah suksesnya tahun depan. Pazaarseni Semarang harus berlangsung setiap tahun dengan kegiatan yang semakin semarak dan berkualitas.

“Kalau bisa mimpi saya lahir “anak-anak” Pazaarseni. Jadi ada kegiatan kecil-kecil yang berkala. Mungkin tiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

Ganjar yang hadir sendiri kemarin malam menyempatkan melihat-lihat pameran lukisan. Stand Pasar Seni Rupa diikuti 22 perupa dari Semarang, Kendal, Magelang, Gresik, bahkan Bali. Para perupa nampak bersemangat melihat kehadiran orang nomor satu di Jateng itu. Mereka menyalami dan menjelaskan konsep dan maksud karya-karyanya.

Ini adalah kehadiran Ganjar yang kedua di Pazaarseni. Tahun lalu, pada Pazaarseni 2015, Ganjar juga hadir dan membuka penyelenggaraan.

Ketua Dekase Mulyo Hadi Purnomo menganggap kehadiran Ganjar sebagai bukti perhatian terhadap kehidupan berkesenian di Semarang. “Tahun lalu Pak Gub hadir dan menantang kami menyelenggarakan Pazaarseni yang lebih berkualitas. Dan ini adalah jawaban dari tantangan beliau,” ujarnya.

Selain seni rupa, event yang berlangsung enam hari sejak 26 Agustus ini juga menampilkan sejumlah disiplin seni lain. Diantaranya Festival Monolog yang diikuti 12 teater kampus di Semarang, kompetisi menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, mural jamming, workshop imaging dan kolase, lapak dan diskusi buku, serta pasar komunitas dan industri kreatif.

Setiap malam, pengunjung juga dapat menikmati sajian musik dari grup-grup lokal Semarang. Mulai pop, ska, reggae, jazz, hingga rock dan metal.

Para seniman partisipator Pazaarseni dari luar kota bahkan tak hanya berpameran. Mereka juga berkesempatan berkeliling kota dan melukis sejumlah landmark Semarang.

Ratusan pengunjung memadati Pazaarseni 2016 setiap harinya. Perkiran total pengunjung dalam enam hari mencapai lebih dari 5000 orang. Tak hanya dari Semarang, mereka berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Salah satunya Retno Ambarwati asal Wonosobo yang datang bersama kawan-kawannya.

Menurutnya Pazaarseni tak hanya memberinya hiburan tapi juga inspirasi melalui karya seniman dan berbagai atraksi seni budaya.

“Sudah dengar dari penyelenggaraan pertama tapi baru kali ini bisa menyaksikan langsung. Saya pikir ini event bagus dan sayang kalau tidak diapresiasi. Semoga tahun depan ada lagi dan saya akan datang lagi,” kata dia. (far)