Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Ganjar Pecat Satpol PP Calo CPNS

Ganjar Pecat Satpol PP Calo CPNS

METROSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya menjatuhkan sanksi pemecatan kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jateng Supardi. Anggota Satpol PP tersebut dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan pada kasus penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Menurut Ganjar, pemecatan mutlak dijatuhkan karena kesalahan Supardi sangat berat. Yang bersangkutan menjadi calo CPNS dan melakukan penipuan.

“Kalau ini saya pastikan kena sanksi berat, dipecat pokoknya ‘mbuh’ dengan hormat atau tidak, saya tidak menolerir yang kayak gini,” katanya di Semarang, Kamis (9/6).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Purbalingga Tasdi menyusuri lorong rumah warga sebelum meresmikan Masjid Nurussalam Desa Kutabawa, Kutaraja, Purbalingga, Rabu (18/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Purbalingga Tasdi menyusuri lorong rumah warga sebelum meresmikan Masjid Nurussalam Desa Kutabawa, Kutaraja, Purbalingga, Rabu (18/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

Ganjar mengaku sudah menerima hasil penyelidikan internal yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Jateng. Rekomendasi dari BKD pun menyatakan kesalahan Supardi sudah tidak bisa diampuni sehingga harus mendapatkan sanksi maksimal. Dari hasil penyelidikan internal, kata Ganjar, ternyata rekam jejak yang bersangkutan buruk karena pernah melakukan penipuan pada 1994.

“Surat dari BKD sudah saya terima, tinggal saya teken, tapi saya ingin memanggil yang bersangkutan dulu untuk tahu lebih dalam persoalan dari versinya langsung,” ujarnya.

Namun keinginan Ganjar untuk menginterogasi Supardi belum dapat terlaksana. Pasalnya sudah dua kali Ganjar memanggil, dua kali pula Supardi mangkir. Ganjar minta ada pemanggilan paksa pada Supardi.

“Saya sudah bicara dengan bosnya (Kepala Satpol PP Provinsi Jateng Masrofi, red) tapi yang bersangkutan lari sehingga saya minta untuk dijemput,” katanya.

Kasus ini mencuat berkat laporan korban ke polisi. Albertus Purwidyanto melaporkan Supardi ke Polrestabes Semarang atas dugaan penipuan sejumlah uang. Pelapor mengaku ditipu karena telah menyerahkan uang Rp 350 juta kepada terlapor yang mengaku dapat mengusahakan lolos CPNS. Albertus pun percaya dan menitipkan mahar untuk tiga anaknya jadi PNS pada 2014 lalu. Tapi hingga pertengahan 2016 janji itu tidak pernah ditepati dan uang Albertus tidak pernah kembali. (byo)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link