Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Ganjar Siapkan Sanksi Tegas untuk Oknum Satpol PP yang jadi Calo CPNS

Ganjar Siapkan Sanksi Tegas untuk Oknum Satpol PP yang jadi Calo CPNS

METROSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo nampaknya cukup geram ada salah satu oknum pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terlibat kasus percaloan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Saat ditemui metrosemarang.com, ia mengaku sudah mengatahui ada oknum pegawainya yang bermasalah. Saat ini, kata Ganjar, oknum tersebut sudah diproses secara internal di lingkungan Pemprov. Namun, laporan resmi dari proses internal tersebut belum ia terima.

Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri acara Dugderan di MAJT, Sabtu (4/6). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri acara Dugderan di MAJT, Sabtu (4/6). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Ia pun mengaku belum bertemu langsung dengan oknum tersebut, namun secara lisan dia sudah berkomunikasi melakukan teguran. “Belum (ketemu langsung), tapi lisannya sudah. Hasil pemeriksaannya baru berjalan. Pasti saya panggil, ya nanti kalau sudah ada laporan resminya,” kata Ganjar saat ditemui usai salat tarawih keliling di Kampus UIN Walisongo, Selasa (7/6) malam.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, setelah proses internal selesai akan ditindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang kemudian ada rekomendasi terakhir darinya terkait sanksi. Dalam kasus tersebut lanjut Ganjar, persoalan harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku dan mengabaikan jalur kekeluargaan karena sudah sering diperingatkan.

“Dulu beberapa orang yang kejadian seperti itu saya minta untuk sanksi tegas, gitu aja. Pokoknya zaman saya sudah saya ingatkan semuanya nggak boleh ada (percaloan), nek ono berarti nekat,” tegasnya.

Dugaan percaloan CPNS ini mencuat setelah Albertus Poerwidyanto (51) warga Candisari Semarang melaporkan anggota Satpol PP Provinsi Jawa Tengah bernama Supardi ke SPKT Polrestabes Semarang pada Jumat (3/6) atas tuduhan penipuan. Pada 2014 Supardi menjanjikan ketiga anak korban bisa diterima sebagai PNS dengan imbalan Rp 450 juta. Namun hingga pertengahan 2016, janji tersebut hanya pepesan kosong, sedangkan Albertus telanjur menyetor mahar Rp 350 juta. (din)

 

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link