Home > METRO BERITA > Gara-gara Hutang, Anggota TNI Dikeroyok Rentenir

Gara-gara Hutang, Anggota TNI Dikeroyok Rentenir

Sersan Mayor Supriyanto menjalani perawatan di Rumah Sakit (foto: yas/Metro)
Sersan Mayor Supriyanto menjalani perawatan di Rumah Sakit (foto: yas/Metro)

SEMARANG – Nasib naas dialami Supriyanto (44), warga Jalan Mintojiwo Dalam, RT 07/RW 4, Gisikdrono, Semarang, yang berprofesi sebagai seorang TNI.  Belum sempat untuk memenuhi janji melunasi hutang dari seorang rentenir berinisial S, warga Pusponjolo Barat Semarang, ia justru harus menjalani perawatan di Rumah sakit setelah dianiaya oleh anak buah sang rentenir.

Aksi penganiayaan yang menimpa anggota Kodim 0733 BS, yang bertugas di Koramil Gayamsari Semarang tersebut, terjadi pada Kamis (2/10) malam, di depan kantor Kejaksaan Negeri Semarang, tepatnya di Jalan Abdulrahman Saleh.

Saat itu, awalnya korban yang hendak pulang ke rumah dihentikan oleh para pelaku yang berjumlah empat orang. “Mereka berniat meminta STNK dari motor yang saya gadaikan, salah satu dari mereka saya kenal, namanya Aji,” tutur Supriyanto, Jumat (3/10) siang.

Kemudian, lanjut dia, ia memberikan STNK yang diminta oleh para pelaku, namun di saat yang bersaaman tiba tiba tanpa sebab para pelaku langsung mengeroyok dan memukulinya. “Saya sempat melawan, namun dua orang dari mereka memegangi saya, saya tidak bisa bergerak,” imbuhnya.

Setelah mengeroyok korban hingga pingsan, para pelaku langsung bergegas pergi meninggalkan korban. Lalu warga di sekitar lokasi kejadian yang menemukan korban , langsung menghubungi pihak keluarga. Korban pun kemudian dirujuk ke rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama di jalan Kalisari Semarang karena mengalami luka di sekujur kepala.

Kepada wartawan, korban mengaku  memang sebelumnya ia meminjam uang sejumlah Rp. 2,2 juta selama tiga minggu dengan bunga 10% kepada S, lalu sebagai jaminannya motor korban, yakni Honda Revo bernopol H 4611 BW, di bawa oleh S. Tiga minggu berselang  karena belum memiliki uang korban belum sempat membayar hutang tersebut. “Bukannya tidak bertanggung jawab, memang saya belum ada uang,” tandasnya.

Saat ini aksi pengeroyokan tersebut ditangani pihak Mapolsek Semarang Barat. Tiga dari keempat pelaku  berhasil dibekuk Jumat (3/10) pagi dan masih menjalani pemeriksaan serta pengembangan guna menangkap salah seorang pelaku yang masih buron.  (Yas)