Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Gara-gara Kulit Durian, Bryan Bawa Nama SD Semesta Harum di Korea Selatan

Gara-gara Kulit Durian, Bryan Bawa Nama SD Semesta Harum di Korea Selatan

Bryan Tanamas berfoto bersama guru pendamping, Rina Nurul Fathiya, usai kemenangannya dalam ajang World Creativity Festival di Daejeon Korsel. Foto: Nurul Wakhid
Bryan Tanamas berfoto bersama guru pendamping, Rina Nurul Fathiya, usai kemenangannya dalam ajang World Creativity Festival di Daejeon Korsel. Foto: Nurul Wakhid

 

BERMULA dari hal sederhana di keseharian, ternyata bisa menghasilkan prestasi mendunia. Hal itulah yang dilakukan siswa kelas VI SD Semesta, Bryan Tanamas (11).

Semua bermula saat ia dan kakeknya menikmati durian dan ia diajari cara mencuci tangan agar aroma kuat buah itu tidak melekat lagi. Caranya adalah dengan menaruh air di cekungan kulit durian lalu membasuh tangan di dalamnya.

“Dari situ saya memperoleh informasi bahwa kulit durian bisa mengurangi kandungan minyak atau lemak. Didampingi guru Ridwan Sumitro, saya mencoba melakukan eksperimen selama kurang lebih 1,5 tahun, bahwa kulit durian bisa untuk menjernihkan minyak goreng yang sudah dipakai (minyak jelantah),” terangnya.

Temuan ini pula yang lalu membawa putra pasangan Henky Tanamas dan Aprilia Setiadi ini mendapatkan penghargaan terbaik kedua (silver award) dalam acara WCF (World Creativity Festival) yang diselenggarakan di Daejeon, Korea Selatan, 20-24 Oktober 2014 lalu. Dalam acara yang digelar Korean Advanced Institute of Science (KAIST) dan The Korean Society for the Gifted (KSG), Bryan dianggap mampu memecahkan permasalahan sekaligus pengembangan pemanfaatan tanaman lokal dari negara asal peserta.

Temuan ini sekaligus melampaui capaian 28 tim dari lima negara lain yakni Korea, China, Hongkong, Malaysia dan Taiwan. Bryan mengungkapkan bahwa kulit durian tersebut diambil bagian putihnya lalu dicuci dan dikeringkan.

“Setelah di-blender dapat langsung dicampurkan ke dalam minyak jelantah dan didiamkan 24 jam. Nantinya akan diperoleh minyak goreng yang bersih dan lebih terjaga nilai kesehatannya, karena bekas penggorengan yang lama telah diserap kulit durian,” imbuh Bryan yang menyebut proyek penelitiannya sebagai King of Fruit.

Tidak itu saja, Bryan juga berhasil meraih penghargaan untuk kategori lomba perorangan di antara 56 peserta. Tiga siswa pemenang untuk kategori lomba problem solving peorangan adalah Bryan Tanamas (Indonesia), 1 peserta dari Malaysia dan 1 peserta dari Korea Selatan.

(Gus Wahid)