Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Gara-gara Ulah Suporter, PSIS Terancam Sanksi Lebih Berat

Gara-gara Ulah Suporter, PSIS Terancam Sanksi Lebih Berat

METROSEMARANG.COM – PSIS lagi-lagi harus berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) Indonesia Soccer Championship (ISC) gara-gara ulah sekelompok suporter yang menyalakan flare seusai laga kandang kontra Persijap Jepara, Sabtu (16/7). Kubu Mahesa Jenar terancam hukuman lebih berat karena sebelumnya juga pernah dianggap melakukan kelalaian serupa.

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com

Kemenangan telak yang diukir PSIS atas Laskar Kalinyamat ternyata masih menyisakan cerita kurang mengenakkan bagi tuan rumah. Pertandingan yang berkesudahan 4-0 itu ternoda oleh tindakan suporter yang menyalakan flare beberapa saat setelah peluit akhir dibunyikan.

Manajer Tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto berujar, pihaknya sudah menerima pemberitahuan tertulis dari PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC terkait pelanggaran yang dialamatkan kepada Panpel PSIS. “Kami dianggap lalai karena masih ada penonton yang menyalakan flare saat menjamu Persijap,” kata dia, Kamis (28/7).

Menurutnya, kali ini sanksi yang bakal dijatuhkan GTS jauh lebih berat, yakni denda Rp 20 juta. Sebelumnya, PSIS juga pernah mendapat hukuman denda Rp 10 juta akibat ulah suporter yang menyalakan flare seusai pertandingan melawan Persibat Batang di Stadion Jatidiri, Minggu (15/5) silam.

“Inilah konsekuensi yang harus kami terima. Sanksi tersebut bisa lebih berat lagi jika ternyata kami dianggap melakukan kesalahan serupa di kemudian hari. Bisa saja pertandingan tanpa penonton sampai pertandingan usiran. Jika hal ini sampai terjadi, tentu saja sangat merugikan PSIS,” tandasnya.

Liluk menambahkan, pihaknya bakal menggandeng aparat kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran oleh suporter. Selanjutnya, kata dia, jika ada suporter yang terbukti menyalakan flare atau benda-benda berbahaya di dalam stadion, bisa saja berujung pada proses pidana.

“Kami sudah berulangkali memberikan sosialisasi baik melalui media maupun di dalam stadion, tapi masih saja ada yang berulah. Tentunya sangat kami sayangkan. Kami meminta kawan-kawan suporter bisa lebih bijak saat memberikan dukungan kepada PSIS, baik di kandang maupun away. Ke depan, kami akan bertindak lebih tegas dengan melibatkan aparat kepolisian,” tegasnya.

Meski masih punya kesempatan memberikan klarifikasi, eks Ketua Panpel PSIS ini psimistis Komdis bakal mencabut sanksi tersebut. “Kami diberikan waktu tujuh hari untuk klarifikasi. Tapi, sepertinya berat (untuk dianulir), karena mereka juga punya bukti-bukti,” kata dia.

PSIS masih menyisakan dua laga kandang di fase grup ISC B dengan menjamu PSIR Rembang (20 Agustus) dan PPSM Sakti Magelang (27 Agustus). Akhir pekan ini, Johan Yoga cs bakal melawat ke Stadion Sultan Agung untuk meladeni PSIM Yogyakarta. (twy)