Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Garap Transmisi Jepara-Bekasi, PLN Kebut Pembebasan Lahan

Garap Transmisi Jepara-Bekasi, PLN Kebut Pembebasan Lahan

METROSEMARANG.COM – Untuk mengebut proyek pembangunan jaringan transmisi Jepara hingga Bekasi, PT PLN (Persero) kini mulai membebaskan ribuan hektar lahan di sepanjang jalur Pantura Jawa Tengah. Bahkan, Nasri Sebayang, Direktur Regional III PLN Wilayah Jawa Bagian Tengah menargetkan proyek tersebut rampung 2019 mendatang.

Ilustrasi Foto: pln.co.id
Ilustrasi
Foto: pln.co.id

“Proses percepatan pembangunannya sudah dilakukan 2015 lalu dan sekarang kita lakukan pemetaan agar dapat membangun transmisi untuk jaringan Jepara sampai Bekasi,” kata Nasri, saat berada di Gumaya Tower Jalan Gajah Mada Semarang, Selasa (6/12).

Menurutnya proyek tersebut nantinya dapat menambah daya listrik yang ada di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah. Dari yang tadinya 500 KV, nantinya jadi 1.000 KV.

Pembangunan transmisi raksasa tersebut rencananya juga melewati lahan masyarakat termasuk pembangkit yang ada di Jepara, Ungaran, Batang, Cirebon dan Cirebon II. “Dan akan tembus ke PLTU Bekasi,” sambungnya.

Untuk awal Januari 2017, dirinya akan meneken nota kesepahaman (MoU) dengan sembilan kontrak kerjasama pihak swasta demi mengebut proyek itu. Tapi ia menjamin pasokan tenaga kerjanya berasal dari Jateng dan Jabar.

“Mulai triwulan II 2017 pembangunan konstruksinya sudah berjalan di lapangan. Apalagi, ada sebanyak 1.395 tapak tower yang akan dibebaskan dimana masing-masing seluas 26×26 meter,” jelasnya.

PLN, kata dia, telah menganggarkan dana proyek transmisi Jepara-Bekasi senilai Rp 10,3 triliun. Rinciannya dana konstruksi mencapai Rp 5,3 triliun sedangkan sisanya dana pembebasan tanah.

“Kita minta kerjasama dengan polisi, tokoh masyarakat dan tentara untuk pembebasan tanah di Jateng. Upaya lainnya. Kita juga lakukan sosialisasi bagi warga setempat,” bebernya.

Meski menyadari akan ada banyak pembahasan ihwal keberlanjutan proyek ini, namun ia yakin ke depan mampu mendongkrak perekonomian bagi masyarakat Jateng. (far)