Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Gatot Anggap PSCS Tak Pantas Kalah di Semarang

Gatot Anggap PSCS Tak Pantas Kalah di Semarang

image
PSCS Cilacap nyaris mencuri poin di Jatidiri, sebelum diruntuhkan oleh penalti Julio Alcorse. Foto Metrosemarang

SEMARANG – PSCS Cilacap gagal mencuri poin di kandang PSIS. Tapi, pelatih Gatot Branowo mengaku tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya dan menyebut Laskar Nusakambangan tak pantas kalah di Semarang.

Meladeni tuan rumah PSIS di Stadion Jatidiri, Rabu (10/9) malam, Taryono dkk sebenarnya sanggup mengimbangi permainan anak asuh Eko Riyadi. Mereka bahkan nyaris pulang membawa satu angka, sebelum terjadi petaka di menit 76. Saat itu, wasit Sapari menunjuk titik putih karena menganggap salah satu pemain PSCS melanggar Hari Nur.

“Secara keseluruhan, kami berhasil mengimbangi permainan PSIS dan seharusnya tidak sampai kalah. Meskipun sebenarnya kami tidak tampil dengan kekuatan terbaik. Tapi, kami siap membalas di Cilacap. Apalagi, di pertandingan kandang nanti kami sudah bisa diperkuat Wahyu Tri Harjanto dan Acong,” tuturnya kepada wartawan.

Tak hanya kalah, di pertandingan melawan PSIS itu untuk kali pertama anak-anak Cilacap gagal menghasilkan gol. Padahal, dalam 16 pertandingan sebelumnya, tim yang bermukim di Stadion Wijayakusuma ini selalu sukses merobek gawang lawan, termasuk saat ditekuk Pro Duta 1-3, awal bulan ini.

“Kami optimistis bisa bersaing di Grup J, minimal sebagai runner up. Masih punya tiga partai lagi yang akan kami maksimalkan untuk mendulang poin,” katanya.

Sementara, pelatih PSIS Eko Riyadi mengakui, kehilangan Ronald Fagundez sedikit berpengaruh terhadap kekuatan timnya. “Secara permainan tak ada perbedaan mencolok tanpa ada Fagundez. Tapi, hari ini kami kehilangan pemain yang mampu mengumpan melalui situasi bola-bola mati,” bebernya.

Fagundez terpaksa menepi karena mengalami ketegangan otot di lutut kirinya. Meski mengaku siap dimainkan, namun Eko tak mau berisiko dan memilih mengistirahatkannya. Kondisi yang sama juga dialami Franky. Winger lincah itu masih belum pulih dari cedera engkel. (*)