Home > METRO BERITA > Gedung Baru Tak Kunjung Kelar, Pedagang Pasar Bulu Mulai Resah

Gedung Baru Tak Kunjung Kelar, Pedagang Pasar Bulu Mulai Resah

image
Ilustrasi. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Dinas Pasar Kota Semarang bersama jajarannya Rabu (3/9/2014) menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan pedagang Pasar Bulu. Bertempat di gedung baru Pasar Bulu, dinas pasar memberikan informasi tentang progres pembangunan pasar bulu.
 
Hingga saat ini pembangunan Pasar Bulu dijelaskan sudah memasuki tahap finishing. Yang meliputi pemasangan lantai keramik, pembuatan pagar dan landscape untuk keindahan bangunan. Dinas pasar menargetkan pengerjaan finishing ini akan selesai pada tanggal 16 Desember tahun ini. Sehingga pedagang diharapkan dapat menempati bangunan pasar baru ini pada akhir bulan Desember.
 
‘’Zonasi bagunan Pasar Bulu yang terdiri tiga lantai ini sudah dibagi, di antaranya lantai satu digunakan untuk sembako, lantai dua digunakan untuk hasil bumi, dan konveksi. Sementara lantai tiga digunakan untuk grosir,’’ kata Kepala Dinas Pasar Kota Trijoto Sardjoko.
 
Trijoto berharap dengan pertemuan ini dapat memberikan kepastian kepada pedagang untuk menempati bangunan baru Pasar Bulu. Sehingga pedagang tidak merasa resah akibat lamanya pembangunan pasar.
 
Sosialisasi dinas pasar ini, disambut positif oleh perwakilan pedagang yang hadir. Pedagang sendiri berharap agar pengerjaan tahap ketiga ini tidak kembali molor. Sehingga mereka dapat secepatnya menempati bangunan pasar tesrebut.
 
Namun demikian, pedagang meminta dinas pasar untuk tetap memberikan prioritas bagi pedagang lama. Dengan menempatkan mereka di lantai satu dan dua bangunan baru Pasar Bulu. Mereka beralasan apabila di tempatkan di lantai tiga maka pelanggan akan kesulitan mencari dagangan mereka.
 
Selain itu, pedagang juga mengeluhkan selama 3 tahun menempati tempat relokasi sementara, tidak ada keuntungan yang didapatkan. ‘’Sejak menempati lapak sementara di Jalan Jayengan dan HOS Cokroaminoto, penghasilan kami turun drastis. Apalagi target selesai pembangunan yang ditetapkan akhir 2013 juga meleset, sehinngga kami menerima imbasnya,’’ kata Imron Basori, Ketua Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Pasar Bulu.
 
Sementara menanggapi keluhan dari pedagang ini, dinas pasar mengaku akan memberikan prioritas pedagang lama Pasar Bulu dengan menempatkan mereka di lantai satu dan dua. Trijoto juga menegaskan tidak akan ada pungutan sekecil apapun dalam proses pemindahan pedagang ke lapak mereka. ‘’Bahkan kami akan memberikan fasilitas angkutan untuk kepindahan para pedagang nanti,’’ tegasnya. (MS-13)