Home > Berita Pilihan > Gelar Tarian ‘Hula-hula’, Wisma Barbie Akhirnya Ditutup

Gelar Tarian ‘Hula-hula’, Wisma Barbie Akhirnya Ditutup

METROSEMARANG.COM – Setelah penyidik Ditreskrimum Polda Jateng menggerebek penari telanjang pada Kamis (16/3), saat ini Wisma Barbie di Jalan Argorejo RT 03/RW IV Kompleks Resos Argorejo Sunan Kuning, dipastikan ditutup. Kepastian ini didapatkan dari petugas keamanan Sunan Kuning saat ditemui wartwan, Jumat siang (24/3).

Ilustrasi. Pengelola Resos Argorejo akhirnya menutup Wisma Barbie yang kedapatan menyajikan tarian ‘hula-hula’. Foto: metrosemarang.com/dok

Ari Istiadi, Ketua Lentera ASA yang membawahi tim pengamanan Sunan Kuning mengatakan, penutupan Wisma Barbie atas kesepakatan pihaknya dengan pengelola Sunan Kuning karena melihat dampak yang ditimbulkan pasca-penggerebekan penari telanjang, cenderung merugikan penghuni Resos.

“Ini tentu sangat merugikan. Makanya setelah disepakati kedua belah pihak akhirnya wismanya ditutup. Penutupan sudah dilakukan dua minggu lalu habis razia tersebut,” ungkap Ari.

Ia pun geram dengan ulah mucikari yang nekat memasukan dua pekerja seks dibawah umur di ruang karaoke Wisma Barbie. Padahal, menurutnya sejak lama dirinya telah memperingatkan kepada tiap pengelola wisma maupun mucikari agar tidak memakai pekerja seks dibawah umur.

Ia menyebutkan bahwa dua pekerja seks dibawah umur yang tepergok menari telanjang belakangan diketahui bukan penghuni Sunan Kuning. Keduanya hanya wanita malam yang dipesan dari luar lokalisasi.

“Kebetulan baru kali ini mereka ketangkap dan langsung diproses. Ancaman sanksi buat mereka sangat tegas, penjara 10 tahun ditambah denda Rp 50 miliar,” terang Ari.

Saat ini, ia cenderung lebih berhati-hati dengan membatasi orang luar masuk ke Sunan Kuning. “Itu murni kesalahan mucikarinya,” katanya.

Adanya kasus ini pun membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terjun ke lapangan dengan membentuk tim penyidik. KPAI, katanya selain Sunan Kuning, juga tengah menyelidiki bisnis esek-esek yang melibatkan anak di bawah umur di semua lokalisasi yang ada di Jawa Tengah.

“KPAI turun ke sini karena memang wilayah Jawa Tengah sejak lama dikenal jadi pusatnya perdagangan anak. Jelas ini bukan kewenangan Resos lagi. Lagipula dalam waktu bersamaan ada pekerja seks di Pemalang yang ditangkap,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, penggerebekan dilakukan di Wisma Barbie RT 03/RW IV, Kompleks Resos Argorejo atau Sunan Kuning karena kedapatan menyajikan tarian ‘hula-hula’ (striptis). Aparat kepolisian gabungan Polda Jateng mengamankan enam orang, antara lain berinisial DP, LS, P, GPA, SW dan DV.

Pada pertengahan 2010 silam, pengelola Resos Argorejo juga pernah melakukan penggerebekan di Wisma Barbie dengan alasan serupa. Saat itu seorang pekerja seks asal Purwodadi diamankan karena kedapatan menyajikan tarian telanjang dan akhirnya diusir dari kompleks SK. (far)