Home > EXPLORE SEMARANG > Geliat Bengkel Difabel Teguhkan Eksistensi di Pusat Kota

Geliat Bengkel Difabel Teguhkan Eksistensi di Pusat Kota

METROSEMARANG.COM – Cuaca terik tak menyurutkan sejumlah montirĀ untuk menyervis sepeda motor pelanggannya di bengkel Cahaya Motor Jalan WR Supratman, Gisikdrono. Topo Prastyo, seorang montir di Bengkel Cahaya Motor bahkan cekatan mengutak-atik sebuah mesin motor.

Topo Prastyo, montir difabel siap menyervis sepeda motor pelanggannya. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia mengatakan mampu menyervis 3-5 motor dalam sehari. Jika kondisinya ramai maka orderannya bisa mencapai belasan kali sehari.

“Ini ada seorang pegawai yang membantu saya setiap hari. Banyak yang meremehkan tapi itu jadi cambuk untuk membuktikan diri jadi lebih baik,” ujarnya, Selasa (18/7).

Ia mengakui tak mudah menyervis motor dengan jumlah banyak. Apalagi ditengah keterbatasan fisiknya, ia butuh tenaga ekstra terutama ketika orderan yang datang bertambah banyak.

“Yang bikin sedih kalau orang tiba-tiba enggak jadi nyervis hanya gara-gara melihat kondisi saya yang mengalami keterbatasan fisik,” kata pria penyandang tuna netra tersebut.

Meski begitu, ia tak pernah pantang surut walaupun kerap diremehkan. Karenanya, ia berharap perjuangannya selama ini bisa memacu semangat para difabel lainnya agar mau merubah nasib. Pun demikian dengan Pemerintah Kota Semarang bisa meningkatkan kepeduliannya terhadap kelangsungan hidup para difabel.

“Sebab pandangan masyarakat terhadap kami sangat minim. Mudah-mudahan pemerintah meningkatkan kepeduliannya kepada kami,” sergahnya.

Bengkel Cahaya Motor jadi salah satu bukti perjuangannya yang merintis usaha dari nol.

Ia merasa awalnya frustasi lantaran mengalami kebutaan sejak lahir. Untungnya, ditengah kondisi tersebut ia mendapat dukungan penuh dari ibundanya.

Bakatnya mengutak-atik motor sudah muncul sejak kecil. Berawal dari bangku SLB Kelas A, ia bahkan nekat mendaftar sekolah umum saat masuk SMP di Yogyakarta.

Lambat-laun keahliannya membengkel diketahui oleh ibundanya. Ia menyampaikan pada 2007 silam dimodali uang Rp 100 Juta oleh ibundanya untuk membuka bengkel sendiri. (far)