Gempa 6,9 SR Terasa sampai Semarang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

METROSEMARANG.COM – Sejumlah warga Kota Semarang berhamburan keluar rumah setelah gempa terasa cukup kuat selama 15 detik, pada Jumat (15/12) malam pukul 23.47 WIB.

Pemantauan Pusdalops BPBD Provinsi Jabar tentang peringatan dini tsunami akibat gempa 6,9 SR di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (15/12) malam. Foto: dok bpbd prov jabar
Pantauan metrosemarang.com terdapat sejumlah warga di Jalan Indraprasta yang panik setelah gempa terasa kuat di dalam rumahnya.

“Saya lagi lemburan di kantor Jalan Poncowolo Timur Raya juga terasa banget gempanya. Sekitar 15 detik, meja kerja dan pintu goyang-goyang, ternyata setelah keluar rumah orang-orang kampung bilang ada gempa,” kata Nur kepada metrosemarang.com.

Ia mengaku sempat panik dan mengajak penghuni kantornya untuk keluar rumah. Menurutnya gempa kali ini cukup mengagetkannya karena getarannya cukup kuat. “Terasa banget kok dari dalam rumah,” terangnya.

“Saya lagi masak juga panik pas ada gempa tadi. Lumayan lama sampai goyang-goyang di dapur,” timpal Sri Bekti, warga Layur Semarang Utara.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi menyatakan gempa bumi berkuatan 6,9 SR berpusat di Kabupaten Tasikmalaya. Gempa berpotensi munculnya gelombang tsunami, kata Riyadi.

“Hari Jumat, 15 Desember 2017, pukul 23.47.58 WIB, wilayah Kabupaten Tasikmalaya diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M=6,9 terjadi dengan koordinat episenter pada 7,75 LS dan 108,11 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 KM arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada kedalaman 120 km,” kata Riyadi, dalam keterangan resmi yang diterima metrosemarang.com.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa berupa guncangan dirasakan di daerah Jakarta II-III, Bandung III-IV MMI, Depok II-III MMI, Karangkates III-IV MMI, Ngawi II MMI, Madiun II MMI, Nganjuk II MMI, Bandung II MMI, Mataram II MMI, Kebumen III-IV, Yogyakarta III MMI.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan terasa di pesisir selatan Pulau Jawa. Gempa bumi selatan Jawa ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

Hingga hari Sabtu, 16 Desember 2017, pukul 01:05:39 WIB, Hasil monitoring BMKG telah menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak tiga kali dengan kekuatan terbesar 3.4 SR.

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Tasikmalaya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” tukasnya (far)

You might also like

Comments are closed.