Home > METRO BERITA > Sosialita > GM Yamaha Indonesia, Eko Prabowo: Saya Butuh Penyegaran

GM Yamaha Indonesia, Eko Prabowo: Saya Butuh Penyegaran

Eko Prabowo Foto Metrosemarang
Eko Prabowo
Foto Metrosemarang

SEMARANG – Keputusan Eko Prabowo untuk menanggalkan jabatan GM Marketing Communication and Community Development Yamaha Indonesia sudah bulat. Setelah 11 tahun mengabdi bersama pabrikan garputala itu, Eko memilih untuk mengakhiri kerjasama per 26 September 2014. Lantas, apa alasan penyuka touring dan olahraga otomotif ini untuk berpisah dengan Yamaha?

Kabar rencana pengunduran diri Eko Prabowo sudah terlontar sejak event Fun Adventure Yamaha R25 Keliling Belitung, awal September silam. Keputusan tersebut tentu saja sangat mengejutkan, khususnya bagi awak media yang sudah sangat dekat dengan pria ramah ini. Apalagi, Eko merupakan salah satu sosok penting di balik sukses peluncuran Yamaha R15 di Indonesia. Dilanjutkan dengan debut global dunia untuk Yamaha R25 di Danau Toba.

Eko pun menyebut, keputusan cabut dari Yamaha merupakan salah satu keputusan penting dalam hidupnya. “Bagaimanapun Yamaha sudah seperti keluarga bagi saya. Di sini saya menemukan kenyamanan hingga bisa bertahan selama 11 tahun lebih. Ini merupakan rekor terlama yang pernah saya jalani dalam karir pekerjaan,” katanya kepada metrosemarang.com.

Sebelum berlabuh di Yamaha, pria kelahiran Januari 1972 itu sudah berkali-kali berpindah tempat kerja. Mulai dari lembaga riset pemasaran multinasional, advertising agency, hingga perusahaan teknologi informasi di Jerman. Namun, Eko tak pernah bisa bertahan lama, hingga akhirnya dia bergabung bersama Yamaha di tahun 2003.

Selama di Yamaha, Eko bergabung dengan beragam kampanye promosi pabrikan asal Jepang itu. Dia juga yang berperan membuka ‘sekat’ antara media dan pabrikan. “Media punya peran besar untuk meningkatkan branding. Buat saya, media adalah partner, tinggal bagaimana kita bisa menjalin komunikasi dengan mereka. Pendekatan seperti itu, saat ini juga sudah ditempuh oleh pabrikan lain,” tuturnya.

Meski menemukan kenikmatan selama sebelas tahun perjalanan karirnya bersama Yamaha, Eko mengaku ada titik jenuh yang dia rasakan. Karenanya, Eko tak mau buru-buru menentukan pilihan pasca ‘pensiun’ dari pabrikan garputala. Pria 42 tahun itu baru akan membuat keputusan selambatnya awal tahun depan.

Eko sedikit memberi bocoran bahwa ‘mainan’ barunya kelak tak akan jauh-jauh dari dunia otomotif. “Saya butuh penyegaran. Untuk 2-3 bulan ke depan, saya ingin me-refresh pikiran dulu,” pungkasnya.

Sebagai pengganti Eko, Yamaha Indonesia sudah menunjuk Mohammad Masykur. Masykur adalah sosok senior di Yamaha Indonesia. Bergabung sejak tahun 1990, sebelumnya Ia lama bertugas di bagian Riset and Development dan management produksi. (*)