Home > METRO BERITA > Grakgrek, ‘Drunken Master’ Dijotosi sampai Klenger

Grakgrek, ‘Drunken Master’ Dijotosi sampai Klenger

METROSEMARANG.COM – Seorang pemuda bernama Indra Susilo Prakoso, warga yang tinggal di Jalan Sendang Indah Timur RT 03 RW 02 Kota Semarang menjadi korban aksi pengeroyokan di Muktiharjo Kidul, Selasa (6/9) sekitar pukul 23.30. Diduga, korban dalam kondisi mabuk hingga mengganggu ketentraman warga.

Ilustrasi
Ilustrasi

Beruntung, nyawa korban tak melayang seperti kejadian serupa pada Sabtu (27/8) yang menyebabkan seorang warga asal Tanggungrejo, Gayamsari Kota Semarang tewas dihakimi masa. Akibat kejadian tersebut, Indra mengalami luka cukup parah hingga diopname di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Selain itu, korban juga mengalami patah tulang di bagian jari-jari sebelah kanan, selain luka memar pada bagian muka serta kepala. Sebelum aksi pengeroyokan, Sutrisno (37) warga Kampung Karanganyar RT 10 RW 13, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang mendengar pintu rumahnya digedor-gedor oleh seseorang.

Merasa terganggu, ia kemudian memeriksa ke sumber suara. Saat itu dia memergoki seorang pemuda yang diketahui bernama Indra. Melihat pemilik rumah, pemuda tersebut tanpa percakapan melarikan diri. Melihat orang tak dikenal lari tanpa alasan yang jelas, ia kemudian meneriaki ‘maling’ sambil mengejarnya.

Teriakan Sutrisno rupanya memancing perhatian warga lain dan ikut mengejar akhirnya berhasil menangkap pemuda grakgrek (bikin onar) tersebut. Warga yang yang sudah telanjur terpancing emosi pun sempat mengeroyok pemuda tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Pedurungan, AKP Ali Santoso, saat dikonfirmasi mengatakan, kepolisian saat ini masih melakukan proses penyelidikan. Ia mengaku kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan kejadian serupa yang menyebabkan korban jiwa.

Ia menambahkan, kepolisian menduga pemuda tersebut saat menggedor salah satu rumah warga dalam kondisi mabuk. “Tidak ada kaitannya (insiden sebelumnya). Dugaan sementara bahwa korban mabuk. Motifnya belum diketahui,” tandasnya. (din)