Home > METRO BERITA > Green Batik, Tingkatkan Daya Saing Internasional

Green Batik, Tingkatkan Daya Saing Internasional

Konsep green business The Body Shop dinilai bisa diaplikasikan pada produksi batik. Foto Metrosemarang
Konsep green business The Body Shop dinilai bisa diaplikasikan pada produksi batik. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Konsep green business dinilai tidak akan mengurangi daya saing. Produk-produk yang ramah lingkungan diyakini tetap bisa diterima oleh konsumen, bahkan hingga masyarakat internasional.

Inilah yang dilakukan perusahaan kosmetik The Body Shop yang sukses membuka 2.400 toko di 64 negara dengan mengusung konsep green business yang mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Di antaranya dengan melawan ujicoba terhadap hewan, penegakan hak asasi manusia, hingga perlindungan terhadap planet bumi.

Konsep green business ala The Body Shop inilah yang coba diaplikasikan pada produk batik Indonesia. “Lihat saja The Body Shop, orang seluruh dunia bangga memakainya. Coba jadikan batik seperti itu. Dan sudah ada contohnya,” kata peneliti dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata, Dr Wijanto Dipuro dalam seminar penelitiannya di Unika, Rabu (12/11).

Menurutnya, produksi batik ramah lingkungan green batik berpotensi meningkatkan nilai tambah batik di pasar internasional. Bersama dua koleganya, Berta Bekti Retnawati dan Elizabeth Lucky Maretha Sitinjak, Wijanto menemukan merk batik Pria Tampan dan Putra Laweyan Batik of Solo sudah melakukan pola bisnis ramah lingkungan. Bahkan, dua merk itu juga sudah beredar di Amerika Serikat.

“Bukan hanya mengolah limbah cairnya dengan membangun instalasi pengolahan air limbah, tapi juga menggunakan pewarna alam, dan pewarna sintetis yang ramah lingkungan. Pembelinya juga secara rutin melakukan inspeksi terhadap perilaku bisnis ramah lingkungan tersebut,” imbuh Berta Retnawati. (MS-06)