Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Gubernur Ganjar Tantang PSIS Buka-bukaan

Gubernur Ganjar Tantang PSIS Buka-bukaan

Ganjar Pranowo Foto Metrosemarang/MS-08
Ganjar Pranowo
Foto Metrosemarang/MS-08

 

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali buka suara soal sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada pemain dan ofisial PSIS yang diduga terlibat dalam praktik sepakbola gajah. Ganjar menantang kubu PSIS agar mau buka-bukaan terkait kasus yang mengancam karir para pesepakbola Jawa Tengah itu.

Menurut Ganjar, saat ini bukan saat yang tepat untuk terus hanyut dalam situasi emosional yang justru menjadikan permasalahan itu semakin runyam. “Kita tidak boleh hanyut dalam situasi emosional seolah-olah tidak salah dan sebagainya. Ini (sepakbola gajah) salah dan fatal bagi persepakbolaan Indonesia,” katanya, Selasa (25/11).

Dia berharap agar semua elemen PSIS yang terlibat dalam pertandingan di Stadion AAU Adisucipto itu mau berterus terang kepadanya. Politisi PDI Perjuangan ini juga berjanji akan memfasilitasi untuk menyelesaikan kasus tersebut sampai tingkat atas.

“Saya membutuhkan mereka menjadi whistle blower. Yang saya tantang sebenarnya simple saja, berani buka-bukaan nggak. Kalau berani buka-bukaan, datanglah kepada Gubernur Jawa Tengah, ceritakan apa adanya dan saya akan urus sampai nasional,” ungkapnya.

Ganjar mengakui, kasus yang dialami Laskar Mahesa Jenar tersebut bukan berada dalam kapasitasnya sebagai gubernur. Hanya saja, beragam opini yang berkembang di masyarakat terkait hukuman Komdis kepada personel PSIS, membuatnya harus mengambil sikap.

“Selama ini ada banyak pendapat yang berkembang. Ada yang ingin diambil tindakan lebih tegas atau diselidiki PSSI-nya dan sebagainya. Kalau kondisi ini tidak ada yang mendudukkan, bisa bahaya. Saya hanya tidak mau persepakbolaan kita hancur karena perilaku buruk seperti itu (sepakbola gajah),” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, CEO PSIS Yoyok Sukawi menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan yang sebenar-benarnya di hadapan Komdis PSSI. “Kami tidak pernah mengintervensi pemain atau ofisial PSIS yang dipanggil Komdis. Semua sudah kami instruksikan untuk menyampaikan apa adanya, termasuk dua pemain asing kami yang justru dianggap berbelit-belit,” bebernya.

Kasus dugaan sepakbola gajah pada 26 Oktober 2014 silam tersebut berujung sanksi diskualifikasi terhadap PSS dan PSIS. Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada personal kedua tim dengan hukuman beragam. (*)