Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Gus Nuril Tantang Ganjar Debat Pencabutan Izin Pabrik Semen

Gus Nuril Tantang Ganjar Debat Pencabutan Izin Pabrik Semen

METROSEMARANG.COM – Polemik izin lingkungan baru pabrik semen Rembang yang diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rupa-rupanya membuat sejumlah pihak geram. Pengasuh Ponpes Soko Tunggal, KH Nuril Arifin Husein bahkan kesal dengan sikap Ganjar tersebut.

Gus Nuril dan Sejumlah tokoh lintas agama menggelar doa bersama di Gubernuran, Rabu (4/1). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Ia menganggap Ganjar abai terhadap keluhan petani Kendeng yang menolak pabrik semen dibangun di Rembang yang berada di kaki Pegunungan Kars Kendeng.

“Hai Ganjar turunlah. Jangan hanya sembunyi di balik meja kantormu. Ayo turun kita debat,” kata kyai karismatik yang akrab disapa Gus Nuril ini, Kamis (5/1).

Ia menyatakan Ganjar sengaja membiarkan tuntutan warga yang menolak pembangunan pabrik semen. Padahal para petani Kendeng sudah terlalu lama tinggal di tenda perjuangan yang dibangun di depan kantornya.

Total 17 hari mereka mendiami tenda itu, dengan harapan Ganjar berbaik hati mencabut izin baru yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik semen. Parahnya lagi, katanya, politikus PDIP itu tak menggubris sama sekali putusan hakim Mahkamah Agung (MA) yang menghentikan pabrik semen Rembang.

“Saya berharap, Ganjar punya nurani untuk membela petani Kendeng, dan bukan mengadu domba dengan menghasut warga daerah lainnya untuk melaporkan petani Kendeng ke polisi,” ungkapnya.

Petani Kendeng yang dimaksud Gus Nuril itu bernama Murtini dan Sutrisno. Keduanya diduga telah memasukkan tanda tangan warga dalam surat penolakan warga yang diberikan ke MA sehingga melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang Pemalsuan Surat.

“Ini proxy war yang dia lakukan, suka mengadu domba warganya. Pemimpin itu harus mampu mengayomi. Ini ada warganya yang dilaporkan oleh warga Jawa Timur kenapa dibiarkan saja, kalau saya jadi gubernurnya, saya pasti malu,” tukas Gus Nuril. (far)