Hadapi Arus Balik, Pilot Pesawat Jalani Tes Kesehatan

METROSEMARANG.COM – Dalam rangka menghadapi puncak arus balik Idul Fitri 1438 Hijriyah, sejumlah kru maskapai penerbangan menjalani tes kesehatan di Semarang. Uji kesehatan tersebut digelar petugas gabungan Bandara Internasional Ahmad Yani dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Pemeriksaan kesehatan pilot di Bandara Ahmad Yani Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala KKP Semarang, Priagung AP mengatakan para awak maskapai yang menjalani tes kesehatan di posko Lebaran Bandara Ahmad Yani terdiri dari pilot, co-pilot, pramugara dan pramugari.

Menurutnya tes kesehatan meliputi kontrol tekanan darah, cek kadar alkohol serta ketahanan tubuh tiap awak maskapai. Selama Lebaran, jumlah kru pesawat yang cek kesehatan meningkat tajam.

“Yang pasti lebih banyak dari kondisi normal. Kita cek tensi dan kandungan kadar alkoholnya melalui pernafasan,” ungkap Priagung saat dikontak metrosemarang.com, Jumat (30/6).

Ada enam maskapai yang bermalam di Bandara Ahmad Yani dan setiap maskapai mengirimkan tujuh kru-nya untuk menjalani cek kesehatan.

Ia mengungkapkan cek kesehatan diwajibkan oleh tiap maskapai sebelum pesawat lepas landas. Cek kesehatan dimaksudkan pula agar setiap kru bebas dari pengaruh minuman keras serta bebas dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Sedangkan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani, Kolonel (Cpn) Maryanto menyampaikan cek kesehatan ini merupakan kegiatan rutin yang sudah jadi tanggungjawab setiap maskapai.

“Untuk pilot yang bermalam di Jakarta tes kesehatan dilakukan di sana,” bebernya.

Ia menyatakan terdapat 10 maskapai penerbangan yang melayani 13 destinasi kota-kota besar di Indonesia. Sementara rute luar negeri dilayani oleh AirAsia dari Kuala Lumpur menuju Semarang maupun sebaliknya serta Silk Air dari Singapura menuju Semarang maupun sebaliknya.

Ia memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini akan terjadi pada 2 Juli nanti. Ia menyebut lonjakan penumpang saat arus balik tak lebih dari 11 ribu orang.

“Saya rasa peningkatan penumpang pesawat tidak akan terlalu signifikan karena faktor liburan panjang yang tentunya setiap pemudik punya kepentingan berbeda-beda. Sehingga hal itu mempengaruhi lonjakan arus balik,” tutupnya. (far)